Tantangan Etika dan Identitas dalam Pendidikan

Tantangan Etika dan Identitas dalam Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional 2024 dan Ki Hadjar Dewantara-Sejarah serta makna Pendidikan dalam kerangka Tut Wuri Handayaniyani-Kemdikbud/Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY

Kesadaran akan ketidakadilan itu makin meningkat seiring dengan terungkapnya kesenjangan yang kian besar antara pimpinan dan karyawan.

BACA JUGA: 6 Film Indonesia Inspiratif yang Cocok Ditonton di Hari Pendidikan, Ada Film Dahlan Iskan!

Selain itu, dalam hal-hal yang seharusnya dianggap penting seperti rapat, sering kali pimpinan tidak hadir dan diwakili stafnya. 

Padahal, kehadiran pimpinan dalam rapat memberikan semangat kepada karyawan. Sebab, mereka merasa didengar, dilindungi, dan diberi solusi langsung atas masalah yang dihadapi. 

Namun, jika pimpinan tidak hadir, staf mungkin cenderung mempermanis hasil rapat atau menyampaikan hanya hal-hal yang baik saja, tanpa memperhatikan aspek yang seharusnya perlu diperbaiki.

BACA JUGA: Kebijakan Pendidikan setelah Pemilu 2024

Ada kesenjangan lain yang terjadi dalam acara sosial atau perayaan di tempat kerja. Misalnya, buka puasa bersama atau halalbihalal. 

Ada perbedaan perlakuan antara acara khusus untuk karyawan dan acara khusus untuk pimpinan. Pada acara khusus untuk karyawan, pimpinan acap kali tidak hadir dan cukup diwakili staf yang itu-itu lagi. 

Jika pun ada, acara permintaan maaf formal sering kali tidak diadakan karena dianggap bahwa mereka sudah bebas dari dosa.

BACA JUGA: Pakar Pendidikan Surabaya Sayangkan Ekskul Pramuka Tak Wajib Bagi Siswa

Hal tersebut mencerminkan perlakuan yang tidak memadai terhadap pendidik, yang sering kali diabaikan atau dianggap kurang penting dalam hierarki organisasi. 

Seperti buruh, mereka mungkin diperlakukan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan semata-mata untuk mencapai tujuan tertentu, tanpa mendapatkan penghargaan atau perlindungan yang seharusnya mereka terima.

Korelasi itu menyoroti perlunya pengakuan dan penghargaan yang lebih besar terhadap peran pendidik dalam membentuk masa depan generasi muda dan masyarakat secara keseluruhan. 

BACA JUGA: Sosialisasi Ideologi Memerlukan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila

Perlakuan yang adil dan inklusif terhadap pendidik tidak hanya penting untuk meningkatkan moral dan motivasi mereka, tetapi juga untuk memastikan bahwa sistem pendidikan dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak yang terlibat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: