Update Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Pertamina: Kejagung Tetapkan Dua Tersangka Baru

Kejagung tetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina-Akun YouTube @kejaksaan-ri-
HARIAN DISWAY – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetap dua tersangka baru terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018 - 2023, Rabu, 26 Februari 2025.
Kedua tersangka tersebut adalah Maya Kusmaya (MK) sebagai Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga. Lalu satu lagi ada nama Edward Corne (EC) selaku VP Trading Operation PT Pertamina Patra Niaga.
"Malam ini penyidik telah menetapkan dua orang tersangka," ucap Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar, dalam konferensi pers di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2025.
Kepada kedua tersangka, penyidik melakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Terhitung sejak tanggal 26 Februari 2025.
Keduanya ditahan di rumah tahanan negara (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung.
BACA JUGA:Profil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, Tersangka Dugaan Korupsi Pertamina
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar menambahkan, awalnya penyidik Jampidsus memanggil kedua tersangka sebagai saksi untuk menjalani pemeriksaan sejak Rabu pagi.
Namun Maya Kusmaya dan Edward Corne tidak hadir dengan tanpa alasan. Dari sana penyidik melakukan penjemputan paksa.
Dari sana Maya Kusmaya serta Edward Corne dibawa ke Kejagung dan diiperiksa secara maraton dalam kapasitasnya sebagai saksi.
BACA JUGA:Sederet Fakta dan Kronologi Dugaan Kasus Korupsi Pertamina
"Dan malam hari ini setelah dilakukan gelar perkara terhadap hasil keterangan yang diberikan oleh kedua saksi dan dikaitkan dengan peran dari tersangka-tersangka yang lain, dan fokus pada penyidikan ini, maka penyidik berketetapan terhadap kedua orang saksi ini dinyatakan sebagai tersangka," lanjutnya.
Dengan ini, MK dan EC menambah daftar tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina Sub Holding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018 - 2023 yang semula berjumlah tujuh orang menjadi sembilan orang.
BACA JUGA: Pertamina Pastikan Pertamax Bukan Oplosan, Bantah Isu di Media Sosial
Hingga saat ini sudah ada tujuh tersangka lainnya. Ada RS yang merupakan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga. Lalu ada SDS selaku Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: