Chili Oil, Resep Rahasia dari Dua Koki Hong Kong, Bumbu Sejuta Umat

Ronald Shao, kepala koki di Mian, Hotel The Murray, Hong Kong, memasak cabai untuk membuat minyak cabai.--South China Morning Post
Salah satu rahasia Shao adalah penggunaan minyak rapeseed sebagai dasar. Karena minyak itu tidak memiliki rasa yang dominan. Sehingga tidak mengganggu cita rasa cabai.
Selain itu, ia sengaja tidak menambahkan bawang putih. Karena menurutnya bahan tersebut akan terlalu mendominasi rasa minyak cabai.
Shao juga memiliki trik khusus agar bumbu tambahan tidak terbakar dalam minyak panas: ia mencampurkan arak sorghum berkadar alkohol tinggi ke dalam campuran rempah, sebelum minyak panas dituangkan.
BACA JUGA:Krengsengan Croquette, Hidangan Pembuka dengan Bumbu Khas Nusantara
Kombinasi Tradisi dan Inovasi: Minyak Cabai ala ArChan Chan
Sementara Shao tetap setia pada teknik tradisional, ArChan Chan lebih suka bereksperimen dengan teknik modern dan pendekatan kuliner Barat. Resepnya mirip dengan milik Shao. Tetapi dengan tambahan bahan-bahan unik.
Chan menggunakan daun bawang cincang untuk memberi rasa tambahan pada minyak cabainya. Untuk pilihan cabai, ia mencampurkan cabai rawit kering (bird’s eye chili) untuk aroma dan kepedasan. Serta serpihan cabai merah Korea yang biasa digunakan dalam kimchi untuk memberikan sentuhan manis.
Salah satu bahan utama dalam minyak cabai versinya adalah lada Sichuan hijau, yang memberikan sensasi mati rasa khas mala dalam setiap gigitan.
BACA JUGA:Kopi Bantaeng: Warisan Rasa dan Sejarah dari Lereng Gunung Lompobattang
Minyak cabai buatan Chan digunakan dalam berbagai hidangan di Ho Lee Fook. Ia mencampurnya dengan sedikit kecap untuk membuat saus dressing dan menjadikannya sentuhan akhir pada hidangan mapo tofu yang populer di restorannya.
Selain itu, endapan cabai yang tersisa dalam minyak sering ditambahkan ke hidangan laut tumis atau selada gulung. Memberikan tekstur renyah tanpa membuat makanan terlalu berminyak.
Proses pembuatan minyak cabai khas Restoran Ho Lee Fok, Hong Kong.--South China Morning Post
Minyak Cabai yang Ideal: Kriteria Shao dan Chan
Meskipun sama-sama mengakui pentingnya minyak cabai dalam kuliner Tiongkok, Shao dan Chan memiliki kriteria berbeda dalam menilai minyak cabai yang baik.
BACA JUGA:Resep Baby Cumi Pedas Manis, Hidangan Praktis untuk Makan Bersama Keluarga
Shao lebih fokus pada tampilan. Ia menjelaskan bahwa minyak cabai berkualitas memiliki warna merah cerah. Pun, terlihat jernih ketika dituangkan di atas piring dan dimiringkan.
Sebaliknya, Chan lebih mengutamakan pengalaman rasa. Menurutnya, minyak cabai yang baik harus memiliki aroma bersih saat ditambahkan ke sup. Itu membuat orang ingin mencicipinya lebih banyak, tetapi hanya sebagai pelengkap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: south china morning post