5 Pabrik Gula Bersejarah di Indonesia, Tidak Semuanya Angker, Ada yang Jadi Rest Area

PG De Tjolomadoe, sebuah pabrik gula yang diubah menjadi timpat wisata prestisius. --niagatour
Bangunan tua dengan dinding bata ekspos ini menjadi daya tarik utama. Baik bagi fotografer profesional, maupun para pemburu background estetik.
Berbeda dengan rest area biasa, PG Banjaratma memberikan suasana yang lebih dari sekadar tempat singgah. Pengunjung dapat menikmati galeri sejarah yang memajang berbagai artefak peninggalan industri gula, melihat langsung sisa-sisa mesin pabrik yang masih kokoh berdiri, serta menikmati suasana klasik yang dipadukan dengan fasilitas modern.
Di dalamnya juga terdapat area kuliner dan pusat oleh-oleh khas Brebes. Hal ini membuat PG Banjaratma menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin beristirahat sekaligus belajar tentang sejarah industri gula di Indonesia.
BACA JUGA:Sepur Lori Pabrik Gula (PG) Pagotan, Madiun
BACA JUGA:Karhutla di Cilacap, Satu Rumah Pabrik Gula Habis Terbakar
3. PG Tasikmadu
Berubah menjadi tempat wisata pabrik gula Tasikmadoe menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Indonesia. --wikimapia
Terletak di Kabupaten Karanganyar, PG Tasikmadu kini dikenal sebagai Agrowisata Sondokoro. Pabrik ini tidak hanya menawarkan wisata sejarah, tetapi juga berbagai wahana rekreasi yang menarik bagi keluarga.
Lokomotif tua yang dulu digunakan untuk mengangkut tebu kini berfungsi sebagai wisata kereta keliling, membawa pengunjung mengelilingi kawasan pabrik dengan suasana nostalgia.
Selain itu, pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan gula. Mulai dari tahap pemrosesan tebu, rafinasi, hingga pengemasan menjadi produk siap konsumsi. Wisata edukasi ini cocok bagi anak-anak dan keluarga yang ingin mengetahui lebih dalam tentang industri gula.
Di sisi lain, berbagai wahana permainan seperti flying fox, kolam renang, dan taman bermain membuat tempat ini menjadi destinasi lengkap yang menggabungkan sejarah dan hiburan. PG Tasikmadu membuktikan bahwa pabrik gula tidak hanya bisa menjadi saksi kejayaan masa lalu, tetapi juga berkembang sebagai tempat wisata edukatif dan rekreasi.
BACA JUGA:Rekomendasi Destinasi Wisata di Surabaya untuk Libur Lebaran 2025
BACA JUGA:Wisata Religi Wali 5, Ziarah Sembari Menyelami Jejak Dakwah Islam Jawa Timur
4. PG Toelangan
Pabrik gula Toelangan kini menjadi pabrik yang terbengkalai, padahal pabrik itu menjadi latar dari Novel Pramoedya Ananta Toer. --sidoarjonews
Pabrik Gula Toelangan, yang terletak di Desa Tulangan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, didirikan pada tahun 1850 oleh pemerintahan kolonial Belanda dengan nama N.V. Maatschappij Tot Exploitatie de Suiker Ondernemingen Kremboong en Toelangan.
Pabrik ini menjadi salah satu dari banyak pabrik gula yang dibangun di Jawa Timur pada masa Kolonial. Mencerminkan pentingnya industri gula dalam perekonomian kolonial. Setelah Indonesia merdeka, pabrik ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 229/UM/57.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: