5 Pabrik Gula Bersejarah di Indonesia, Tidak Semuanya Angker, Ada yang Jadi Rest Area

5 Pabrik Gula Bersejarah di Indonesia, Tidak Semuanya Angker, Ada yang Jadi Rest Area

PG De Tjolomadoe, sebuah pabrik gula yang diubah menjadi timpat wisata prestisius. --niagatour

Pabrik Gula Toelangan berhenti beroperasi pada tahun 2017. Sejak saat itu, bangunan pabrik yang memiliki enam stasiun produksi, baik di atas maupun di bawah tanah, mulai terbengkalai.

Meski demikian, struktur bangunan bergaya kolonial ini masih berdiri kokoh, menjadi saksi bisu kejayaan industri gula di masa lalu. Upaya pelestarian pun mulai digagas oleh berbagai pihak.

Komunitas pemuda Sidoarjo, seperti Sidoarjo Youth Community (Sidoalce), menginisiasi kegiatan eksplorasi dan diskusi untuk menghidupkan kembali nilai sejarah pabrik ini, bahkan mengusulkan agar bekas pabrik gula ini dijadikan museum.

Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar Indonesia, dalam beberapa karyanya menggambarkan realitas sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa kolonial, termasuk kehidupan di sekitar pabrik gula.

Dalam novelnya, Bumi Manusia, misalnya, terdapat adegan yang mengingatkan pembaca pada suasana pabrik gula dan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, dalam Hikayat Siti Mariah, Pramoedya menceritakan kondisi Indonesia pada masa pra-kebangkitan nasional, dengan latar belakang pabrik gula dan perkebunan tebu. 

BACA JUGA:Wajah Baru Pariwisata Laos, Lao-China Railway Tarik Minat Wisatawan

BACA JUGA:5 Masjid di Jawa Timur yang Pas untuk Iktikaf dan Destinasi Wisata Religi

5. PG Karangsuwung


Pabrik gula Karangsuwung menjelma menjadi tempat wisata. --deskjabar

Terletak di Kabupaten Cirebon, PG Karangsuwung merupakan salah satu pabrik gula yang kaya akan nilai sejarah. Kini, pabrik ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata sejarah yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung.

Selain melihat langsung mesin-mesin raksasa yang pernah beroperasi, pengunjung juga bisa menjelajahi berbagai bagian pabrik yang masih mempertahankan keasliannya. Beberapa area bahkan menyimpan nuansa mistis, mengingat banyak cerita yang berkembang di kalangan masyarakat sekitar.

Namun, di balik itu semua, PG Karangsuwung tetap menjadi destinasi yang menarik bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah industri gula di Indonesia.

Dengan segala keunikannya, tempat ini menjadi salah satu saksi bahwa kejayaan industri gula di masa lalu masih bisa dinikmati dalam bentuk wisata edukatif dan sejarah.

Pabrik Gula Jadi Wisata Alternatif

Mengunjungi pabrik gula yang telah bertransformasi menjadi destinasi wisata bukan sekadar perjalanan biasa. Ini adalah kesempatan untuk menyelami sejarah, mengenang kejayaan industri gula di masa lalu, dan melihat bagaimana warisan ini tetap hidup dalam bentuk yang baru.

Dengan menghidupkan kembali tempat-tempat ini sebagai objek wisata, kita tak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: