Pipa Gas Selangor Bocor, Dekat Rumah Warga Selangor Asal Tulungagung

Titik pipa gas milik Petronas yang bocor, di Subang Jaya, Selangor, Malaysia, Selasa 1 April 2025.-Dokumen Datuk Diraja Dimyani untuk Harian Disway-
HARIAN DISWAY – Api yang sempat berkobar kurang lebih tujuh jam di Selangor itu sudah padam. Api itu dari pipa gas yang bocor milik Petronas. Kebocoran pipa itu terjadi sekitar pukul 08.23 waktu setempat, Selasa, 1 April 2025.
Polisi di Selangor, Malaysia, masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pipa gas Petronas meledak. Akibat kejadian tersebut, 320 orang mengalami luka-luka akibat suhu api yang terlalu tinggi, serta 190 unit rumah terbakar.
“Polisi masih melakukan penyelidikan. Mereka belum berani menyimpulkan penyebab bocornya pipa gas tersebut,” Datuk Diraja Dimyani, salah seorang warga yang tinggal sekitar 600 meter dari titik api saat dihubungi Harian Disway, Rabu, 2 April 2025.
Datuk Diraja Dimyani dengan latar belakang kobaran api dari pipa gas Petronas. -Dokumentasi Pribadi-
Hanya saja, ia mengungkapkan, masyarakat setempat punya spekulasi tersendiri terkait penyebab bencana itu. Diduga karena adanya pembangunan ruko tepat di depan titik pipa tersebut bocor.
BACA JUGA: Kebakaran Pipa Gas di Malaysia, 100 Orang Terluka
BACA JUGA: Idulfitri di Mandalay, Myanmar: Salat yang Tertunda di Tengah Duka karena Gempa
Diraja menceritakan, dua hari sebelum Lebaran, ia sempat pergi ke salah satu bank langganannya. Pulang dari bank tersebut, ia pasti melintasi jalan di daerah bocornya pipa gas milik Petronas itu.
“Tidak ada jalan lain. Jalan itu hanya satu arah. Jadi, kalau saya habis dari bank, pasti saya melintasi lokasi tersebut. Setelah itu baru rumah saya. Rumah saya tidak jauh dari titik pipa gas yang bocor itu. Tidak sampai 1 kilometer,” terangnya.
Saat ia melintas itu, pria asal Tulungagung itu melihat alat berat parkir di depan bangunan ruko yang saat ini tinggal finishing tersebut. Alat berat itu parkir tepat di atas bocornya pipa gas itu.
“Karena itu, masyarakat setempat menduga alat berat ruko inilah yang mengenai pipa tersebut. Dugaan itu sudah sangat kuat. Dugaan itu semakin kuat karena sudah dikonfirmasi oleh banyak orang,” tegasnya.
BACA JUGA: Korban Jiwa Gempa Myanmar Tembus 2.000 orang, Harapan Menemukan Korban Selamat Mulai Pudar
BACA JUGA: Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar
Sebenarnya, ia mengungkapkan, kawasan itu tidak diperbolehkan ada bangunan apapun. Hal itu untuk keamanan pipa. Keamanan masyarakat di sekitar pipa itu juga. Hanya saja, pengembang ruko itu melanggar aturan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: