TIm INASAR Indonesia Temukan Tiga Korban Tertimbun Reruntuhan Gempa Myanmar

Tim INASAR berhasil mengevakuasi 3 korban gempa M7.7 di Myanmar dalam kondisi meninggal dunia-Dok.BNPB-
HARIAN DISWAY - Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) membantu Fire Brigades Myanmar dalam pencarian korban yang tertimbun reruntuhan akibat gempa 7,7 skala richter di Myanmar dan Thailand, Jumat 28 Maret 2025 lalu.
Tim ini terdiri dari anggota Basarnas, TNI, dan BNPB. Mereka berangkat dari Indonesia pada Selasa, 1 April 2025 dan tiba di Myanmar pada hari yang sama. Mereka ditempatkan di Kota Naypyidaw, Myanmar.
Tim ini pun melakukan asesmen di lokasi gedung perumahan pegawai negeri sipil daerah Thukha Theiddhi Ward yang dicurigai masih ada korban, Rabu 2 April 2025.
Sebanyak 3 orang korban gempa Myanmar berhasil ditemukan tim INASAR dalam keadaan meninggal dunia di lantai 1 dekat area kamar mandi.
Tim Alpha yang diterjunkan melakukan pencarian awal dengan metode hailing atau memanggil korban. Dilanjutkan dengan menggunakan K9.
BACA JUGA:Korban Jiwa Gempa Myanmar Tembus 3 Ribu Orang, Junta Ucapkan Terima Kasih pada Bantuan Internasional
"Di lokasi tersebut ditemukan 2 titik dicurigai keberadaan korban. Namun dapat dipastikan korban sudah meninggal dunia. Dikarenakan tidak ada respon dari korban dan sudah tercium bau menyengat," ujar Komandan regu tim Alpha INASAR Stefanus Harrendra.
Tim INASAR Saat melakukan pencarian terhadap korban, di Myanmar, Rabu 2 April 2025-Tim INASAR-
Komandan regu tim Alpha menambahkan dari 2 titik tersebut, tim memutuskan untuk membuat akses untuk memastikan keberadaan korban dengan memasukan alat search cam.
"Tim Alpha berhasil memastikan posisi korban berada tidak jauh dari akses. Sehingga tim memperbesar akses untuk menjangkau korban dengan cara cutting, breaking, dan breaching," sambungnya.
BACA JUGA:Tiba di Myanmar, Tim INASAR dari Indonesia Sisir Korban Gempa di Naypyidaw
Gedung di wilayah pemukiman diketahui mengalami kerusakan dengan tipe reruntuhan pancake. Dengan menggunakan Warning Alarm for Stability Protection (WASP) atau alat pendeteksi getaran gedung. Tim dapat memastikan kondisi gedung aman untuk dimasuki.
Dengan tingkat kesulitan dan kondisi yg berbeda-beda, Tim Alpha mengalami kesulitan dalam mengevakuasi korban ketiga. Karena posisi korban duduk dan tertimpa tiang penyangga bangunan/kolom.
Komponen medis INASAR juga memberikan penanganan luka kepada anggota Fire Brigades Myanmar yang mengalami luka laserasi.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: