Salaman di Open House Idulfitri 2025

ILUSTRASI Salaman di Open House Idulfitri 2025.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
BACA JUGA:Idulfitri 2025, Gubernur Khofifah Open House di Grahadi
BACA JUGA:Open House Tjap Go Meh Harian Disway; Unjuk Bakat Seru di Backyard
Mereka berteori bahwa itu untuk mendeteksi sinyal kimia. Mungkin pula sebagai sarana komunikasi, seperti dilakukan hewan mencium satu sama lain.
Belum ada literatur yang menyebutkan sejak kapan bersalaman dimulai.
Dikutip dari The Harvard Gazette, 30 Maret 2020, berjudul Harvard experts weigh in on the origin and fate of the universal greeting, diulas lebih spesifik. Salaman dimulai tentara zaman kuno.
Steven Pinker, guru besar psikologi keluarga di Harvard University, menyatakan, tentara dari zaman kuno berjabat tangan untuk menunjukkan kepada musuh bahwa ia tidak bersenjata.
BACA JUGA:5 Kue Lebaran yang Populer saat Idulfitri, Yang Mana Favorit Anda?
Hal itu merujuk pada prinsip antitesis yang diperinci dalam The Expression of the Emotions in Man and Animals karya Charles Darwin. Tentang perbandingan sikap manusia dengan hewan.
”Untuk menunjukkan niat bersahabat, hewan tampil berkebalikan dari tampilan agresi mereka. Jadi, anjing yang bersahabat mengambil posisi berlawanan dari anjing agresif. Jika agresif, daun telinga kaku, kepala tegak ke depan siap menyerang. Sebaliknya, jika bersahabat, ia berjongkok, melihat ke atas, dan mengibaskan ekornya,” tulis Prof Pinker.
Dilanjut: ”Dalam kasus manusia juga sama. Tampilan yang bersahabat cenderung menjadi antitesis dari yang mengancam. Yakni, tangan terbuka daripada mengepal, lengan telentang, lalu mendekati orang lain, akhirnya bersalaman.”
BACA JUGA:Idulfitri di Mandalay, Myanmar: Salat yang Tertunda di Tengah Duka karena Gempa
BACA JUGA:Prabowo: Idulfitri adalah Momen Memperkuat Persatuan dan Solidaritas Bangsa
Persoalannya, di zaman modern ilmu pengetahuan sudah maju. Diketahui, salaman berpotensi menularkan penyakit.
Dikutip dari The Guardian, 11 Maret 2012, berjudul Dr Dillner’s health dilemmas: is shaking hands a health hazard?, dikutip pendapat Luisa Dillner, kepala staf medis Asosiasi Olimpiade Inggris. Dia menyatakan, sebisanya orang menghindari salaman. Naskah itu dipublikasi jauh sebelum pandemi Covid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: