Salaman di Open House Idulfitri 2025

Salaman di Open House Idulfitri 2025

ILUSTRASI Salaman di Open House Idulfitri 2025.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Dikatakan: ”Jika Anda berpikir berjabat tangan adalah gestur yang ramah, pikirkan lagi. Berjabat tangan dapat menimbulkan risiko infeksi, akibat penyaluran kuman lewat telapak tangan. Dia memperingatkan bahwa atlet Olimpiade (yang bersalaman) dapat kehilangan medali karena tertular penyakit ringan sekalipun.”

BACA JUGA:Tragedi di Alun-Alun Pemalang, Cabang Pohon Tumbang Hantam Jamaah Salat Idulfitri, 3 Meninggal

BACA JUGA:Khutbah Idulfitri di Masjid Al Akbar Surabaya: Kembali Menuhankan Allah, Jangan Terpengaruh Kondisi Ekonomi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan, mencuci tangan setelah jabat tangan dapat mengurangi kematian akibat penyakit diare hingga setengahnya. 

Masalahnya adalah orang-orang tidak mencuci tangan dengan benar setelah pergi ke toilet, membuang sampah, bersin, menggunakan transportasi umum, dan aktivitas kotor lainnya.

Tangan yang kotor dapat menularkan infeksi seperti norovirus dan salmonela penyebab diare dan muntah, rhinovirus penyebab pilek, serta virus yang menyebabkan flu dan cacar air. 

BACA JUGA:Salat Idulfitri di Balai Kota Surabaya Jadi Simbol Kebersihan Hati

BACA JUGA:Ribuan Jamaah Dirikan Salat Idulfitri di Masjid Cheng Hoo Surabaya

Pada 2009, tim peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine mengambil sampel tangan dari 308 penumpang aneka kendaraan umum di London, Inggris. Hasilnya menjijikkan. Antara 4 dan 19 persen orang bersalaman terkontaminasi bakteri feses atau tinja. 

Berjabat tangan dengan orang yang terkontaminasi kuman, tidak berarti Anda akan langsung terkena penyakit perut. Tidak langsung. Tetapi berproses. Bakteri menyebabkan infeksi setelah orang menelan bakteri tersebut dengan memasukkan jari-jari ke hidung atau sekitar mulut. Atau, memegang makanan yang kemudian dimakan. 

Jika tidak berada di dekat sabun dan wastafel, haruskah Anda menjaga tangan Anda dengan cara menghindari salaman? Apakah itu sopan?

Di Indonesia hari-hari ini sangat banyak orang bersalaman. Sulit dihindari. Kalau menghindar, kita bisa dianggap tidak sopan. Bahkan, mencuci tangan dengan sabun setelah bersalaman pun bisa dianggap tidak sopan. Sebab, sekarang bukan musim pandemi lagi. Orang terpaksa bersalaman.

Merujuk riset di London, orang yang terkontaminasi feses hampir seperlima responden. Cukup banyak. Berarti, mereka bersalaman dengan orang yang habis buang hajat dan cebok secara sembarangan atau kurang bersih. Menjijikkan. Padahal, di negara maju.

Fakta riset itu tidak aneh. Budaya cebok di sana menggunakan tisu. Mungkin pelakunya sedikit meleset saat cebok.

Jadi, salaman di hari Lebaran semestinya aman-aman saja. Tidak ada feses. Sebab, kita terbiasa cebok menggunakan air. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: