Sinopsis Grave of the Fireflies, Film Perang Paling Menyedihkan Kembali Hadir Mulai 29 Agustus 2025

Sinopsis Grave of the Fireflies, Film Perang Paling Menyedihkan Kembali Hadir Mulai 29 Agustus 2025

Penayangan ulang Grave of the Fireflies (1988) yang kembali hadir di bioskop Indonesia mulai 29 Agustus 2025.--imdb.com

Kehidupan mereka berubah drastis ketika serangan bom api menghancurkan kota Kobe. Sang ibu yang menjadi tempat mereka bersandar, tewas dengan mengenaskan.


Kunang-kunang jadi simbol tragis nasib anak-anak korban perang yang kehilangan masa kecil.--imdb.com

Sang ayah pun jauh, bertugas sebagai perwira angkatan laut. Sejak saat itu, Seita dan Setsuko benar-benar terpaksa berdiri sendiri, menghadapi dunia yang keras tanpa pelindung.

Pada awalnya, keduanya sempat tinggal di rumah bibi mereka. Namun, bukannya mendapatkan kasih sayang, mereka justru diperlakukan sebagai beban tambahan.

BACA JUGA:Mengenal Wonder of You: Stand Teraneh di Anime JoJo’s Bizarre Adventure

BACA JUGA:Dereten Karakter Sampingan Anime yang Mencuri Spotlight

Bibi yang juga tengah kesulitan menghadapi paceklik, kerap menunjukkan ketidaksenangan terhadap keberadaan mereka.

Merasa tidak lagi dianggap bagian dari keluarga, Seita memilih membawa Setsuko pergi. Meninggalkan kenyamanan seadanya untuk hidup di sebuah gua kecil di pinggiran kota.

Hari-hari mereka pun berubah menjadi perjuangan yang tak ada habisnya. Seita melakukan segala cara demi mempertahankan hidup dengan menjual barang-barang peninggalan orang tua. Mencari bahan makanan seadanya, hingga mencuri hasil kebun.

Namun, krisis pangan yang melanda membuat usaha tersebut nyaris sia-sia. Tubuh kecil Setsuko mulai menunjukkan tanda-tanda malnutrisi. Ruam muncul di kulitnya, langkahnya melemah, dan senyum cerianya perlahan meredup digantikan tangis lirih.

BACA JUGA:5 Seri Anime Terbaru yang Siap Menggebrak Juli 2025

BACA JUGA:Mengenal Guts Dari Anime Berserk, Sosok Tangguh yang Berjuang di Tengah Suramnya Dunia


Tubuh mungil Setsuko menjadi simbol kepedihan terdalam dalam Grave of the Fireflies, menggambarkan rapuhnya masa kecil yang direnggut perang.--imdb.com

Meski dilanda keputusasaan, Seita berusaha menjaga semangat adiknya. Salah satu momen paling membekas adalah ketika ia menangkap kunang-kunang untuk menghiasi gua tempat mereka tinggal.

Bagi Setsuko, cahaya hangat kunang-kunang itu seolah jadi pengganti lampu rumah. Namun, bagi penonton, pendar cahaya itu justru melambangkan rapuhnya hidup mereka. Indah, namun cepat padam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber