Aksi Demo di Jakarta Berlanjut, Mahasiswa Dobrak Gerbang Polda Metro Jaya

Mahasiswa gelar aksi protes di gerbang Polda Metro Jaya, Jumat 29 Agustus 2025.--
HARIAN DISWAY – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta berhasil membobol gerbang utama Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan pada hari Jumat, 25 Agustus 2025.
Aksi dimulai sekitar pukul 15.55 WIB, dimana mahasiswa berangkat dengan menggunakan almamater hijau dan membawa atribut bendera merah-putih dengan spanduk yang bertuliskan “Polisi Pembunuh”.
Para mahasiswa UPN Veteran berhasil memasuki area dalam Polda Metro Jaya dan menyampaikan orasi dan nyayian secara lantang.
Beberapa kendaraan Kepolisian yang tampak akan keluar dari kompleks Mapolda juga menjadi sasaran perusakan. Seorang anggota polisi juga hampir saja diamuk massa karena mobilnya bersenggolan dengan motor.
BACA JUGA:Kerusuhan Demo di Grahadi: Massa Berkostum Hitam Datang tanpa Tuntutan
BACA JUGA: Propam: 7 Anggota Brimob Terbukti Langgar Kode Etik
“Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa,” ujar mahasiswa UPN Veteran Jakarta.
Mahasiswa UPN Veteran Jakarta membentangkan poster saat aksi di depan Polda Metro Jaya, Jumat 29 Agustus 2025.--
Situasi di sekitar Halte Transjakarta Polda Metro Jaya menjadi semakin padat. Lalu lintas Jalan Sudirman sempat tertutup akibat membludaknya massa. Sementara itu, aparat kepolisian menutup sebagian jalur dan memperketat penjagaan.
Aksi masih tetap berlangsung hingga sekitar pukul 16.30 dengan disaksikan oleh sejumlah warga dari jembatan penyeberangan (JPO).
BACA JUGA:Affan Tak Ikut Demonstrasi, Tewas Dilindas Rantis Brimob saat Antar Pesanan Makanan
BACA JUGA:Demo Depan Grahadi Ricuh: Letupan Diduga Molotov hingga Petasan Bersahutan di Grahadi Surabaya
Aksi unjuk rasa pada Jumat, 29 Agustus berlangsung lebih kondusif walaupun diwarnai dengan aksi bakar ban serta sejumlah peserta aksi demo sempat memanjat pagar untuk memasang spanduk yang berisikan aspirasi dari para mahasiswa.
Dan sekitar pukul 15.10 WIB, gas air mata ditembakkan dari dalam markas komando Brimob dikarenakan jumlah massa yang meningkat. Hal tersebut memicu kepanikan para pengunjuk rasa yang sebelumnya berkerumun. Oleh karena itu, seketika massa berlarian untuk menyelamatkan diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: