Jelang Peringatan 80 Tahun Kemenangan Melawan Jepang: Tiongkok Tegaskan Komitmen Perdamaian
WAKIL MENTERI LUAR NEGERI Tiongkok Ma Zhaoxu memimpin konferensi pers di Beijing, 29 Agustus 2025.-Doan Widhiandono-
Pernyataan itu mencerminkan meningkatnya sensitivitas Beijing di tengah langkah AS memperkuat hubungan dengan Taipei.
BACA JUGA:GIIAS Surabaya 2025: Tiongkok Masih Dominasi Mobil Listrik, GWM hingga BAIC Jadi Pendatang Baru
Selain menyoroti isu bilateral, Ma menekankan pentingnya memperkuat PBB di usia ke-80 tahun lembaga itu. Menurutnya, krisis global dalam beberapa tahun terakhir justru membuktikan perlunya organisasi internasional itu diperkuat, bukan dilemahkan.
“Efektivitas PBB tergantung pada komitmen negara-negara anggotanya dalam menegakkan Piagam PBB dan hukum internasional,” kata Ma.
Ia menilai reformasi dibutuhkan agar PBB bisa lebih responsif, khususnya dengan memperbesar perwakilan negara-negara berkembang.
Peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II bukan hanya refleksi sejarah bagi China, tetapi juga panggung diplomasi. Dengan menekankan kerja sama internasional, Beijing ingin menunjukkan posisinya sebagai motor perdamaian dan pembangunan global.
SUDUT CHANG'AN JIE yang dihiasi taman berbentuk Tembok Raksasa, Jumat, 29 Agustus 2025.-Doan Widhiandono-
“Tiongkok siap bekerja sama dengan semua pihak untuk memperkuat PBB dan membangun tata kelola dunia yang lebih adil,” kata Ma. Ia juga mengibaratkan bahwa masing-masing negara di dunia laksana burung kecil. Dalam menghadapi badai, mereka tidak bisa terbang sendiri-sendiri. Yang harus dilakukan adalah bergerak bersama. ’’Semua negara sejatinya interlock, saling berkaitan. Tidak bisa berdiri sendiri sendiri,’’ tambahnya.
Menurutnya, dunia harus berbagi masa depan bersama yang terbuka, inklusif, bersih, dan abadi.
Meski tegas dalam diplomasi, Ma juga mengatakan bahwa Tiongkok pun memainkan peran soft diplomacy yang signifikan. Ia menyebut Labubu, boneka lucu, yang menjadi ikon kultur pop kekinian. Juga game Black Mith: Wukong yang laris banget setelah dirilis pada 2024.
Beijing memang sangat serius mempersiapkan gawe akbar yang akan dihadiri puluhan pemimpin dunia itu. Kursi-kursi merah-kuning-hijau ditata di lapangan Tiananmen dan di sekitar Kota Terlarang. Warna itu adalah penanda zona yang akan diduduki undangan. Termasuk oleh Harian Disway yang melawat ke Beijing dalam rangka program China International Press Communication Center (CIPCC) hingga Desember 2025.
BACA JUGA:Siswa ITCC Raih Beasiswa ke Tiongkok (1): Bening Tilu Kejar Cita-Cita Mulia
BACA JUGA:Daftar Negara yang Bisa Pakai QRIS: Jepang Resmi Bergabung, Tiongkok Menyusul
Sudut-sudut jalan penuh hiasan tanaman. Menjadi taman bunga dengan hiasan dekoratif plus patriotis. Itu menjadi tempat wisata baru bagi warga dan turis. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: