Dituduh Bikin Aset Game Pakai AI, Postal: Bullet Paradise Dibatalkan, Studio Pengembang Gulung Tikar
Postal: Bullet Paradise dibatalkan dan studionya tutup akibat kasus pembuatan aset dengan AI. --IGN
RWS awalnya berjanji menyelidiki. Namun co-owner Mike Jaret justru memicu kemarahan komunitas setelah menyebut para penuduh sebagai pengembang yang bodo amat. Warganet pun menantang mereka meninggalkan Discord studio jika yakin game itu terbukti memakai AI.
Respons tersebut memperkeruh suasana. Dalam hitungan jam, komentar keras dari Jaret menjadi sorotan, menempatkan reputasi RWS dalam tekanan.
Pada 6 Desember 2025 dini hari waktu Indonesia, RWS merilis keputusan final. Ia menjelaskan bahwa Postal: Bullet Paradise resmi dibatalkan.
BACA JUGA:2 Game Indonesia Berpotensi Jadi Nominator The Game Awards 2026
BACA JUGA:Dan Houser, Penulis Game Red Dead Redemption Ungkap Kegelisahan Industri Game di Era AI
Dalam pernyataan lengkapnya, studio mengatakan bahwa pembantahan tersebut merusak citra dari franchise Postal. Sehingga mereka tak bisa lagi mempercayai Goonswarm.
“Kami selalu transparan kepada komunitas. Kepercayaan kami pada tim pengembang telah hilang, karena itu proyek ini kami hentikan,” tulis RWS.
Studio itu juga menegaskan bahwa fans merupakan bagian penting dari tim. Keputusan itu dibuat untuk menjaga integritas franchise Postal.
Tak lama setelah pengumuman pembatalan, Goonswarm merilis pernyataan balasan. Mereka menyatakan akan menutup studio setelah enam tahun beroperasi.
BACA JUGA:Nominasi Game of The Year Disikat Game-Game Indie, Kemana Studio-Studio Besar?
BACA JUGA:Wacana Cap Khusus untuk Game yang Dibuat oleh AI Picu Perdebatan Panas Para Gamer dan Pengembang
“Kami menerima banyak ancaman, hinaan, dan ejekan. Semua upaya klarifikasi justru memperburuk keadaan,” tulis mereka di media sosial.
Mayoritas komunitas Postal menyambut baik pembatalan. Meski begitu, sebagian masih menunggu permintaan maaf resmi dari Mike Jaret.
Sementara itu, beberapa analis menilai kasus ini menjadi contoh terbaru bagaimana ketegangan antara penggunaan AI dan seni tradisional semakin mendominasi diskursus industri game.
Franchise Postal, yang selama puluhan tahun akhirnya tutup. Dan penutupan tersebut menunjukan betapa kerasnya gamer saat melihat game yang tak dibuat dengan etika produksi yang baik.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: