Rekor Pasar Modal
ILUSTRASI Rekor Pasar Modal.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Perbankan yang sehat adalah indikator kepercayaan. Ia menandakan bahwa roda ekonomi berputar, dunia usaha bergerak, dan risiko sistemik relatif rendah. Tidak mengherankan jika saham-saham perbankan menjadi pilar utama reli IHSG.
TETAP WASPADA
Pasar modal adalah arena rasional dan emosional sekaligus. Ketika IHSG mencetak rekor baru, ada efek psikologis yang tidak bisa diabaikan. Rekor menciptakan headline. Headline menciptakan perhatian, dan perhatian menciptakan aliran dana baru.
Fenomena itu sering disebut sebagai momentum investing. Investor membeli karena harga naik, dan harga naik karena investor membeli. Selama fundamental mendukung, siklus itu bisa berlangsung cukup lama. IHSG saat ini berada dalam fase tersebut.
Namun, perlu dicatat, euforia tanpa kendali selalu menyimpan risiko. Rekor seharusnya menjadi pengingat untuk lebih selektif, bukan lebih spekulatif.
Memang betul, gairah pasar dan rekor baru IHSG adalah kabar baik bagi perekonomian nasional. Sebab, itu mencerminkan kepercayaan, harapan, dan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Akan tetapi, pasar yang sehat bukanlah pasar yang hanya naik, melainkan pasar yang naik dengan dasar yang kuat.
Apalagi, tantangan global juga luar biasa. Meningkatnya tensi geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan ketidakpastian kebijakan. Karena itu, euforia harus diimbangi dengan rasionalitas. Bagi investor, inilah saatnya memperkuat analisis.
Kondisi yang sangat baik justru harus diwaspadai. Saatnya introspeksi. Apakah benar-benar didukung fundamental para emiten yang kuat? Apakah juga didukung fundamental ekonomi yang solid? Jika tidak, harapan bakal melemah. Aksi jual, profit taking, dan pasar bisa berbalik arah. (*)
*) Imron Mawardi adalah guru besar investasi dan keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: