Krisis Iklim Ancam Hidangan Natal di Berbagai Negara, Kalkun hingga Kayu Manis Kian Langka dan Mahal
Banyak bahan utama untuk sajian Natal di berbagai negara terdampak perubahan iklim. Salah satunya kalkun.-Claudio Schwarz-Euro News
HARIAN DISWAY - Menjelang perayaan Natal, rak-rak supermarket di berbagai negara biasanya dipenuhi bahan makanan khas musim liburan.
Kalkun, kentang, bawang, cokelat, kayu manis, hingga gula. Itu menjadi elemen penting dalam hidangan dan kudapan Natal. Bahkan telah menjadi tradisi lintas generasi.
Namun, dilansir Euro News, dalam beberapa tahun terakhir, dan semakin terasa tahun ini, harga bahan pangan tersebut cenderung meningkat. Sementara ketersediaannya tidak lagi melimpah seperti sebelumnya.
Di balik fenomena tersebut, krisis iklim menjadi faktor utama yang mengganggu rantai pasok pangan global.
BACA JUGA:7 Macam Kue Khas Berbagai Negara untuk Memeriahkan Perayaan Natal
BACA JUGA:4 Camilan dari 4 Daerah yang Enak Dikudap saat Liburan Natal sampai Akhir Tahun
Perubahan pola cuaca ekstrem, mulai dari gelombang panas, kekeringan, banjir, hingga badai tropis, telah memukul hasil panen dan produksi peternakan di berbagai belahan dunia. Akibatnya, hidangan Natal yang selama ini dianggap “pasti ada” kini mulai terancam.
Bahan Kue Natal Terpukul Perubahan Iklim
Aktivitas memanggang kue merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan Natal. Gingerbread, kue buah Natal, hingga cinnamon roll menjadi sajian favorit di banyak negara.

Kayu manis yang kerap digunakan sebagai bahan pembuat sajian Natal kini semakin langka dan mahal.--iStock
Namun, laporan terbaru dari The Weather Channel mengungkapkan bahwa sejumlah bahan utama untuk kudapan manis tersebut kini semakin rentan akibat perubahan iklim.
Kakao, vanila, kayu manis, dan tebu (bahan dasar gula) termasuk tanaman yang paling terdampak. Produksi vanila yang terpusat di Madagaskar, misalnya, sangat bergantung pada kondisi cuaca yang stabil.
BACA JUGA:Makan Siang Lezat saat Natal? Nikmati Olahan Chef Sunari dalam Package Christmas Lunch
BACA JUGA:Puas Pol! Ini 7 Resto All You Can Eat di Surabaya yang Cocok Buat Makan Siang Natal Sekeluarga
Sayangnya, negara tersebut kerap dilanda siklon dan gelombang panas ekstrem. Dampaknya, tanaman rusak. Kualitas panen pun menurun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: euronews