PW IKA ITS Jatim Dorong Penanganan Banjir Bandang Sumatra Jadi Bencana Nasional
Tim Kemanusiaan ITS kolaborasi ITS, YMI ITS & IKA ITS terjun langsung memberikan bantuan ke kawasan terisolir di Aceh-PW IKA ITS untuk Harian Disway-
HARIAN DISWAY - Di penghujung tahun 2025, saat bangsa Indonesia berhenti sejenak untuk menoleh ke belakang, Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PW IKA ITS) Jawa Timur menyampaikan pernyataan sikap sebagai bagian dari Refleksi Akhir Tahun. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Harian Dr. Yoke Candra Katon, ST., MM dan Sekretaris Umum Dr. Ir. Machsus, ST., MT, sebagai bentuk keprihatinan, empati, serta ikhtiar moral untuk menempatkan kembali nilai kemanusiaan dan keberlanjutan alam sebagai poros pembangunan bangsa.
Lebih dari tiga pekan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, penderitaan masyarakat terdampak masih berlangsung. Di berbagai daerah, warga belum sepenuhnya pulih dari kehilangan rumah, mata pencaharian, keterbatasan air bersih, hingga rasa aman yang terganggu. Kondisi ini menegaskan bahwa bencana tidak berakhir ketika air surut, melainkan berlanjut dalam ketidakpastian yang kerap luput dari perhatian.
PW IKA ITS Jawa Timur menilai banjir bandang Sumatra bukanlah peristiwa lokal semata. Dampaknya lintas wilayah, merusak infrastruktur, memutus rantai ekonomi, dan meninggalkan luka sosial mendalam. Puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap layanan dasar. Skala persoalan ini, menurut PW IKA ITS Jatim, menuntut kehadiran negara secara utuh, tidak setengah hati, demi menjaga martabat warganya.
Dalam refleksi tersebut, PW IKA ITS Jatim juga menyoroti pentingnya solidaritas publik. Di tengah keterbatasan negara, masyarakat sipil, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga relawan bergerak melampaui batas administratif. Solidaritas ini dinilai sebagai modal sosial berharga yang perlu dirangkul dan difasilitasi negara agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Housing Strategy, Inovasi Mahasiswa ITS Tekan Emisi Karbon di Gedung Perkantoran
BACA JUGA:Mahasiswa ITS Ciptakan Inovasi Kapal Ropax Pintar, Sabet Juara 1 Kontes Kapal Indonesia 2025
PW IKA ITS Jatim turut mengapresiasi kiprah alumni ITS yang terjun langsung melalui Satgas Kemanusiaan ITS. Peran ini mencerminkan tanggung jawab sosial dan kontribusi nyata alumni berbasis sains dan teknologi dalam membantu pemulihan bencana.
Lebih jauh, PW IKA ITS Jawa Timur mendorong pemerintah mempertimbangkan peningkatan status penanganan banjir bandang Sumatra menjadi Bencana Nasional. Langkah ini dipandang strategis untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah, memperjelas tanggung jawab bersama, serta memastikan mobilisasi sumber daya nasional secara terpadu dan berkelanjutan.

Tim Kemanusiaan ITS kolaborasi ITS, YMI ITS & IKA ITS terjun langsung memberikan bantuan ke kawasan terisolir di Aceh.-PW IKA ITS untuk Harian Disway-
Sebagai penutup, PW IKA ITS Jawa Timur menegaskan lima pernyataan sikap, mulai dari penyampaian empati mendalam bagi korban, dorongan menjaga kelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan, penegakan hukum lingkungan, hingga komitmen alumni ITS berkontribusi aktif melalui keilmuan dan inovasi. Refleksi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sejati diukur dari kemampuan menjaga kehidupan, merawat alam, dan memuliakan martabat manusia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: