Brigitte Bardot Tutup Usia, Hanya Inginkan Salib Kayu di Atas Pusara

Brigitte Bardot Tutup Usia, Hanya Inginkan Salib Kayu di Atas Pusara

BRIGITTE BARDOT, aktris sekaligus aktivis penyayang binatang, meninggalkan Elysee Palace setelah bertemu Presiden Nicolas Sarkozy pada 27 September 2007. -Eric Feferberg -AFP

HARIAN DISWAYBrigitte Bardot meninggal dunia dalam usia 91 tahun. Berita duka itu disebarluaskan Brigitte Bardot Foundation pada Minggu, 28 Desember 2025.

Berpulangnya aktris yang di Prancis lebih dikenal sebagai BB itu membuat Presiden Emmanuel Macron merasa sangat kehilangan. “Kita semua kehilangan seorang legenda,” cuitnya di platform media sosial (medsos) X. Baginya, Bardot adalah legenda abad ke-20.

“Dengan semua film-filmnya, suaranya, kecemerlangannya, inisialnya, kesedihannya, kasih sayangnya pada binatang, dan keberadaannya yang mengingatkan kita semua kepada Marianne, Brigitte Bardot adalah lambang kebebasan,” paparnya lebih lanjut. 

Marianne adalah personifikasi Republik Prancis yang melambangkan kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan. Menurut Macron, semua kiprah dan reputasi Bardot membuatnya layak disebut Marianne

BACA JUGA:5 Fakta Film It Was Just an Accident, Thriller Iran yang Wakili Prancis di Oscars 2026

BACA JUGA:Prancis Resmi Akui Palestina di PBB, Macron Serukan Akhiri Perang Gaza


KIPRAH Brigitte Bardot alias BB membuatnya disamakan dengan Marianne, personifikasi Republik Prancis untuk kebebasan dan kesetaraan.--CNN

Bardot adalah bintang film yang sangat populer pada 1950-an dan 1960-an. Namanya mendunia lewat film And God Created Woman pada 1956. Setelah itu, dia tampil di sedikitnya 50 film lainnya. 

Masyarakat Prancis mengenalnya sebagai pelopor kebebasan seksual. Sering tampil seksi dalam film-film yang dibintanginya, Bardot kemudian menjadi ikon revolusi seksual. 

Di matanya, perempuan dan laki-laki sama-sama berhak menunjukkan hasrat seksualnya. Karena itulah berbagai media melabelinya sex kitten, sebutan untuk perempuan yang tidak segan menunjukkan keseksiannya dan mengambil inisiatif seksual lebih dulu.

Bardot meninggalkan kesan baik di jagat sinema ketika memutuskan untuk menyudahi karier aktingnya pada 1973. Agence France-Presse menyatakan bahwa setelah itu, aktris cantik itu mendedikasikan dirinya untuk kesejahteraan binatang. Dia kemudian mendirikan Brigitte Bardot Foundation yang berfokus pada binatang pada 1986.

BACA JUGA:Mengenal Internalized Misogyny, Seksisme Sesama Perempuan

BACA JUGA:Irmasanthi Danadharta, Ketua Satgas PPKS Untag Surabaya yang Geram dengan Stiker Seksis

“Saya jenuh harus tampil cantik terus setiap hari,” ungkapnya tentang pilihannya ketika itu. Bardot meninggalkan gemerlap kota dan tinggal di Saint-Tropez, Riviera. 

Dia mengaku tergerak untuk memikirkan kesejahteraan binatang setelah menyelamatkan seekor kambing di lokasi syuting film terakhirnya, The Edifying and Joyous Story of Colinot

Agar kambing itu tidak dibunuh, dia membelinya dan kemudian membawanya ke kamar hotel. Tindakan itu membekas dan membuatnya serius menjadi aktivis penyayang binatang lewat Brigitte Bardot Foundation. Saat ini, yayasan itu punya 70.000 donatur dan sekitar 300 pegawai.

“Saya sangat bangga menjalani babak pertama kehidupan saya ini,” ungkap Bardot dalam wawancara dengan Agence France-Presse menjelang perayaan ulang tahunnya yang ke-90 pada 2024 lalu.  


AKTING BB menjadi sensasi baru sinema Prancis pada 1950-an dan 1960-an.-Hulton Archive/Getty-People

BACA JUGA:Merawat Martabat Perempuan: Literasi sebagai Jalan Emansipasi dan Keadilan Sosial

BACA JUGA:Perempuan Adat Bolivia Menjaga Sejarah Lewat Rok Tradisional Pollera

Dia bersyukur menjadi aktris tenar karena dengan demikian, dia punya banyak dana dan dukungan untuk menyelamatkan binatang. “Itu sangat berarti buat saya,” paparnya. 

Bardot mengatakan bahwa keputusannya untuk menyepi di kediamannya yang dia sebut La Madrague adalah kedamaian. Tinggal di resor yang dikelilingi alam nan rindang serta hanya berfokus mengurus binatang, membuatnya damai. “Hal yang indah untuk kabur dari urusan manusia,” ujarnya. 

Di sela kesibukannya sebagai aktivis penyayang binatang, Bardot juga dikenal sebagai sosok yang vokal. Aktris yang juga piawai menyanyi itu punya pandangan politik yang tegas. Dia juga tidak segan menyampaikan pendapatnya di hadapan publik dengan lantang. 

Semasa hidupnya, Bardot pernah lima kali dihukum karena hate speech. Pendukung Marine Le Pen, politikus konservatif garis keras Prancis, itu beberapa kali bermasalah dengan komunitas Muslim Prancis dan penduduk Reunion Island.

BACA JUGA:Konsistensi Siti Maimunah Menggerakkan Lensa Kritis Perempuan demi Keadilan Ekologis: Kedepankan Etika Agar Bijaksana

BACA JUGA:Ratusan Perempuan Masih Rentan, Kerap Jadi Korban Pelecehan


PENAMPILAN Brigitte Bardot dalam salah satu filmnya pada 1960. Dia mendapatkan label sex kitten karena penampilannya.-Getty Images-People

Selain Macron, Ketua Partai National Rally Jordan Bardella termasuk yang pertama menyatakan bela sungkawanya atas meninggalkan Bardot. “Prancis kehilangan Marianne yang sangat mereka cintai, yang kecantikannya memikat dunia,” ungkap pemimpin partai yang menaungi Le Pen tersebut.

Sekitar Oktober-November lalu, Bardot merilis bukunya, Mon BBcedaire. Bersamaan dengan itu, ibu satu anak itu dikabarkan masuk rumah sakit karena sakit keras. Bahkan, saat itu pun banyak yang memberitakannya meninggal dunia. 

Pesan terakhir Bardot, menurut Brigitte Bardot Foundation, berkaitan dengan pemakamannya. “Saya tidak mau melihat orang-orang idiot di upacara pemakaman saya,” ungkap jubir yayasan. 

Selain itu, Bardot juga berpesan agar pusaranya nanti berhiaskan nisan sederhana. “Salib dari kayu di atas makam, di kebun saya. Sama seperti makam binatang-binatang yang saya sayangi.” (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: afp