Moto3 2026 Memanas: Veda Ega Pratama Tantang Dominasi KTM
Tangkap layar, dari Kiri, Veda Ega sedang berdiskusi dengan manager tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, sesaat setelah sesi pertama tes resmi Moto3 di Jerez pada akhir November 2025--Twitter Honda Asia Team @HondaAsiaTeam

Tangkap layar, Veda Ega Pratama saat melakoni tes resmi Moto3 2026 di Sirkuit Jerez pada akhir November 2025--Twitter Honda Asia Team @HondaAsiaTeam
Peta Persaingan Moto3
Sebagai kelas junior di Kejuaraan Dunia MotoGP, grid Moto3 2026 akan dipenuhi pembalap muda bertalenta jebolan kejuaraan junior dunia. Suasana persaingan pun bak “reuni” untuk saingan lama.
Alvaro Carpe dan Brian Uriarte akan menjadi duet maut Red Bull KTM Ajo Racing. Keduanya merupakan rival utama Veda Ega di RBRC 2025 dan diprediksi langsung menjadi penantang gelar, mengingat reputasi Aki Ajo (pemilik tim Ajo Racing) yang jarang salah memilih pembalap.
BACA JUGA:Veda Ega Ukir Hasil Terbaik, Ramadhipa Masih Kompetitif di European Talent Cup
BACA JUGA:Masa Depan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 Segera Diumumkan Honda Racing
Wonderkid Spanyol, Maximo Quiles, jebolan European Talent Cup yang kini bergabung dengan CFMOTO Aspar Team, juga menjadi salah satu nama yang paling dinantikan debut penuhnya.
Sementara itu, Valentin Perrone (RBRC 2024) dan Rico Salmela (FIM JuniorGP 2025) yang memperkuat Red Bull KTM Tech3 menjadi fenomena lain dari jalur kejuaraan junior.
Dari Asia Tenggara, perhatian tertuju pada Hakim Danish (Malaysia) yang bergabung dengan tim Frinsa MT Helm MSi bersama Ryusei Yamanaka. Rivalitas sesama pembalap Asia Tenggara, khususnya duel Hakim Danish dan Veda Ega Pratama, dipastikan menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar di kawasan ASEAN.
Secara teknis, Hakim Danish sedikit diuntungkan karena mengendarai KTM RC250GP yang saat ini mendominasi Moto3. Sebaliknya, Veda Ega harus berjibaku dengan pengembangan Honda NSF250RW.
Senior yang Masih Bertahan
Di tengah gempuran para rookie, Moto3 2026 masih menyisakan nama-nama lama yang belum naik kelas. David Munoz dan David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), Adrian Fernandez (Leopard Racing), serta Joel Kelso (GRYD MLav Racing) yang akan menjadi tolok ukur kecepatan di lintasan.
Mereka berperan sebagai “tembok besar” yang harus ditembus para pembalap muda, jika ingin meraih podium.
Duel Honda vs KTM
Masalah utama Honda di Moto3 dalam beberapa musim terakhir terletak pada top speed dan akselerasi keluar tikungan, yang masih kalah jauh dibandingkan KTM.
Dengan bergabungnya Veda Ega Pratama ke Idemitsu Honda Team Asia, Insinyur Honda HRC diharapkan dapat memaksimalkan gaya balap late brake sang pembalap untuk menciptakan momentum akselerasi yang lebih agresif pada setup di motor NSF250RW versi 2026.
Mengalahkan dominasi KTM memang tidak mudah. Namun, untuk mengimbangi kelincahan sasis KTM RC250GP yang mendominasi grid, gaya balap Veda Ega tetap menjadi salah satu senjata utama Honda.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: