9 Pekerjaan Penuh Tekanan pada 2026 Berdasarkan Studi Terbaru
Studi menyebut terdapat 9 pekerjaan paling penuh tekanan pada 2026.-benzoix-freepik.com
Faktor ketiga adalah tekanan emosional. Terutama pada pekerjaan yang menuntut interaksi intens dengan orang lain.
Keempat, tingkat tanggung jawab yang menilai besarnya konsekuensi jika terjadi kesalahan dalam pekerjaan.
Kelima, keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Yakni seberapa jauh pekerjaan menggerus waktu personal.
BACA JUGA:10 Pekerjaan yang Terancam Hilang Karena Teknologi AI, Wajib Tahu!
BACA JUGA:7 Jenis Pekerjaan Freelance yang Bisa Dilakukan dari Rumah
Dua faktor terakhir adalah ketidakpastian. Seperti perubahan mendadak, situasi darurat, atau jadwal yang tidak menentu, serta paparan risiko, yang mencakup bahaya fisik atau keterlibatan berulang dalam situasi krisis.
“Stres tidak selalu tampak dramatis,” ujar Dr. Anna Elitzur, pakar kesehatan mental di Welltory. “Sering kali stres muncul dari tuntutan yang terus berulang tanpa cukup waktu untuk pulih,” tambahnya.
Sembilan Pekerjaan dengan Tekanan Tertinggi
Berdasarkan penghitungan skor gabungan dari tujuh faktor tersebut, Welltory menyusun daftar sembilan pekerjaan dengan tingkat tekanan tertinggi. Yang diperkirakan akan dihadapi pada 2026.
Posisi teratas ditempati sektor leisure dan hospitality dengan skor tekanan 66. Jam kerja panjang, tuntutan layanan pelanggan, serta kekurangan tenaga kerja. Itu menjadi faktor utama tingginya tekanan di sektor tersebut.
BACA JUGA:Optimisme Menata Jalan Menuju Penyediaan Pekerjaan Layak di Jatim
BACA JUGA:5 Pekerjaan Untuk Lulusan Sastra Indonesia, Salah Satunya Bisa Jadi Filolog
Di urutan kedua terdapat tenaga kesehatan dengan skor 65. Beban kerja tinggi, tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien, serta tekanan emosional. Semua itu membuat profesi tersebut terus berada di bawah sorotan.
Posisi ketiga ditempati petugas tanggap darurat dengan skor 64, diikuti pengatur lalu lintas udara dengan skor 63. Kedua profesi itu menuntut konsentrasi tinggi, keputusan cepat, dan toleransi rendah terhadap kesalahan.
Selanjutnya, eksekutif perusahaan dan manajer senior berada di peringkat kelima dengan skor 62. Tanggung jawab strategis, tekanan kinerja, serta tuntutan hasil membuat stres pada level kepemimpinan tak kalah berat.
Di posisi keenam terdapat guru dengan skor 61. Tekanan administratif, tuntutan kurikulum, serta tanggung jawab emosional terhadap siswa menjadi faktor penentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: