Bancaan Jaranan di Alun-Alun Kraton Jenggolo Manik Awali 2026

Bancaan Jaranan di Alun-Alun Kraton Jenggolo Manik Awali 2026

TETUA SENIMAN melakukan ritual pemujaan dan doa sebelum atraksi Bancaan Jaranan dimulai pada Kamis siang, 1 Januari 2026. -Boy Slamet-Harian Disway

SIDOARJO, HARIAN DISWAY – Seni tradisi mengawali bergulirnya 2026 di Krian, SIDOARJO. Sejak selepas zuhur, masyarakat berdatangan ke Alun-Alun Kraton Jenggolo Manik pada Kamis, 1 Juni 2026. 

Mereka bersiap menyaksikan Bancaan Jaranan yang dijadwalkan mulai pada pukul 13.00 WIB. Kali ini, Bancaan Jaranan meliputi atraksi Kepang Dor, Rampak Barong, dan Bantengan. 

Sebelum para penampil memamerkan kepiawaian mereka menari dan memainkan jaranan, seniman yang dituakan melakukan ritual pemujaan. Ia membakar menyan dan dupa sembari mendaraskan doa. 

Ipoel Samijar dari Badan Pengelola Alun-Alun Jenggolo Manik mengatakan bahwa Bancaan Jaranan merupakan bagian dari upaya pemerintah setempat nguri-uri (melestarikan, Red) tradisi

BACA JUGA:Jaranan Mataraman: Identitas Sejarah, Kearifan Lokal, dan Warisan Budaya Tak Benda Desa Sanan

BACA JUGA:Paket Komplet, Langgam, Gamelan, hingga Jaranan


SENIMAN JARANAN beraksi di tengah kerumunan masyarakat di Alun-Alun Jenggolo Manik, Krian, Sidoarjo.-Boy Slamet-Harian Disway

“Penampil berasal dari kelompok seni New Tunggal Budoyo, Ngelom, Sidoarjo,” ujarnya kepada Harian Disway yang menemuinya di sela rangkaian atraksi.

Ipoel mengatakan bahwa atraksi seni tradisional itu menjadi pengganti pesta tahun baru. Sesuai imbauan pemerintah provinsi, pihaknya tidak menggelar pesta yang melibatkan hiburan berbiaya mahal. Terutama, kembang api.

“Ini tidak mahal, aman, gratis, dan bisa dinikmati semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” lanjutnya.

Siang hingga menjelang malam itu, suguhan seni budaya berkonsep ngamen budoyo itu terus dipadati masyarakat. Para penampil diiringi rekaman musik, bukan live gamelan. 

BACA JUGA:Brawijaya Awards, Babinsa Nganjuk Berpakaian Jaranan saat Penjurian

BACA JUGA:Pagelaran Jaranan Kemerdekaan, Warga Pakis Sidokumpul Arak 12 Tumpeng

Di tengah atraksi, beberapa orang mengedarkan tempeh (tampah, Red) ke kerumunan. Mereka ngamen, mengumpulkan rupiah dari para penonton. “Cara ini dilakukan untuk mendukung keberlangsungan seniman jaranan,” kata anggota kelompok New Tunggal Budoyo. 

Agar lebih gayeng, panitia menyediakan doorprize untuk para penonton. Di antaranya adalah durian, ikan asap olahan pelaku UMKM setempat, dan mainan tradisional berupa kitiran. 

“Penonton yang bisa menjawab pertanyaan dari seniman jaranan akan mendapatkan doorprize,” kata Ipoel.

Alby Mahardika dan Mohamad Ramdan, dua remaja yang tidak beranjak dari alun-alun sejak siang, mengaku puas menyaksikan Bancaan Jaranan. Mereka sengaja menunggu Bantengan yang menjadi pemungkas atraksi.

BACA JUGA:Puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Surabaya Diiringi dengan Deklarasi dan Pentas Seni Budaya

BACA JUGA:Pelestarian Seni Budaya Melalui Pelindungan Kekayaan Intelektual


BANTENGAN memungkasi rangkaian Bancaan Jaranan di Alun-Alun Jenggolo Manik, Krian, Sidoarjo, pada Kamis, 1 Januari 2026.-Boy Slamet-Harian Disway

Apik (bagus, Red), Mas. Komplet wis (sudah, Red). Enek (ada, Red) Kepang Dor, Rampak Barong, karo (dan, Red) Bantengan,” kata Mahardika.

Bancaan Jaranan memuncaki serangkaian acara seni budaya di Krian yang digelar sepanjang Desember 2025. Bancaan Duren atau festival makan durian membuka Desember. Dengan membayar Rp100.000, pengunjung bisa makan durian sepuasnya. 

Bancaan Genteng menyusul. Dalam rangkaian itu, warga urun (menyumbangkan, Red) tenaga dan waktu untuk bergotong royong menaikkan atap bangunan Pendopo Alun-alun Kraton. 

Bancaan Sejarah lan Budoyo merangkai dua acara bertema bancaan sebelumnya. Dalam bancaan yang ketiga itu, Ipoel dan jajarannya menggelar diskusi budaya dengan tema Kraton Mojopahit Sidoarjo. Mereka mengundang pakar Geografi dan Geologi. Para narasumber datang dari Rumah Budaya Sidoarjo dan Begandring Soerabaia. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: