Prabowo Panggil Dasco dan Menlu Sugiono, Bahas Penanganan Bencana Sumatra
Presiden Prabowo Subianto memanggil Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Luar Negeri Sugiono ke Widya Chandra untuk membahas percepatan penanganan bencana Sumatra.-Setkab-
Prabowo meninjau langsung pembangunan hunian bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Kunjungan ini sekaligus diisi dengan rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, guna membahas percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra.
Dalam ratas tersebut, pemerintah memastikan pembangunan hunian sementara dan langkah-langkah strategis lain terus dipercepat agar masyarakat terdampak segera bangkit.
BACA JUGA:Bocoran Map Pokemon Gen 10 Viral, Netizen Soroti Representasi Pulau Sumatra yang Gersang
Ratas juga menyepakati pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala untuk mengatasi pendangkalan sungai dan muara di wilayah terdampak bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menjelaskan alasan pemerintah tidak menetapkan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai bencana nasional.
“Jadi saudara-saudara masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional, ya masalahnya adalah kita punya 38 provinsi, masalah ini berdampak di tiga provinsi, masih ada 35 provinsi lain,” ujar Prabowo.
“Jadi, kalau sementara kita tiga provinsi ini kita sebagai, sebagai bangsa, sebagai negara kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” tambahnya.
BACA JUGA:PW IKA ITS Jatim Dorong Penanganan Banjir Bandang Sumatra Jadi Bencana Nasional
BACA JUGA:Prabowo Pimpin Rapat di Hambalang Bahas Kampung Haji, Pasokan BBM-LPG, dan Pemulihan Bencana Sumatra
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap terbuka menerima bantuan internasional selama mekanismenya jelas dan akuntabel.
“Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia kita masa menolak bantuan? Asal bantuannya itu jelas,” ujarnya.
Prabowo juga mengungkapkan adanya ketertarikan pihak swasta untuk memanfaatkan lumpur hasil banjir dan pendangkalan sungai di Aceh.
“Gubernur melaporkan ke saya ada pihak-pihak swasta yang tertarik. Dia bisa memanfaatkan lumpurnya di mana-mana. Jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya,” kata Prabowo.
Ia pun meminta potensi tersebut dikaji dan dilaksanakan secara terukur. “Silakan, ini saya kira bagus sekali. Tolong kita dalami dan kita laksanakan,” ujarnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: