Pemerintah Manfaatkan Mahasiswa KKN Unand untuk Bantu Verifikasi Data Rumah Rusak di Sumbar

Pemerintah Manfaatkan Mahasiswa KKN Unand untuk Bantu Verifikasi Data Rumah Rusak di Sumbar

Mahasiswa Unand yang sedang KKN akan diarahkan untuk jadi tim verifikator rumah rusak terdampak banjir di Sumbar-BNPB-

PADANG, HARIAN DISWAY – Pemerintah menggandeng Universitas Andalas (Unand) untuk melakukan verifikasi terhadap rumah rusak terdampak banjir di Sumatera Barat. Sebanyak 400 mahasiswa diterjunkan langsung ke lapangan guna mempercepat proses pendataan kategori kerusakan hunian warga.

Pengerahan ratusan mahasiswa yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilakukan pada Jumat, 2 Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan tahap pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang telah dimulai sejak 22 Desember 2025 lalu.

Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menyatakan bahwa penanggulangan bencana memerlukan kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Menurutnya, peran akademisi sangat krusial dalam memastikan data di lapangan akurat.

"BNPB selalu bekerja sama dengan pakar dan mahasiswa di Indonesia, khususnya di Sumbar, untuk penanganan bencana seperti yang kita lakukan hari ini," ujar Rustian dalam keterangannya.

BACA JUGA:Pembangunan Huntara Terdampak Bencana di Aceh Tamiang DIkebut

Nantinya, para mahasiswa tersebut akan disebar ke 13 kabupaten/kota di seluruh wilayah Sumatera Barat. Tugas utama mereka adalah melakukan verifikasi dan validasi kondisi rumah warga berdasarkan tiga kategori kerusakan, yaitu Rusak Ringan (RR), Rusak Sedang (RS), dan Rusak Berat (RB)

Penentuan kategori tersebut dilakukan secara ketat sesuai dengan standar dan peraturan yang telah ditetapkan oleh BNPB. Dengan adanya verifikasi ini, diharapkan penyaluran bantuan perbaikan rumah bagi korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor dapat dilakukan secara tepat sasaran dan lebih cepat.


Pelepasan Mahasiswa Unand yang akan menjadi tim verifikator rumah rusak di seluruh Sumbar-BNPB-

Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa akan diberi pembekalan terkait dengan format serta poin-poin dalam melakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Mahasiswa juga akan didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas selama proses tersebut.

BACA JUGA:Warga Terdampak Banjir Dapat Dana Tunggu Hunian, Tak Perlu Antre di Bank

Sementara itu Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi menyampaikan apresiasi serat terima aksihnya karena telah dipercayai untuk mendukung proses percepatan pemulihan pascabencana di Sumatra Barat. Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk bisa menjalankan tugas sesuai peraturan yang telah ditetapkan BNPB.

"Kami Universitas Andalas berkomitmen terus menerus menjadi mitra, untuk menjadi solusi dalam proses pemulihan ataupun dalam proses rekonstruksi pascabencana yang terjadi di negara kita," tuturnya.

Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi mengatakan, verifikasi data rumah rusak ini akan menjadi acuan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya. Dirinya juga mengapresiasi semangat para mahasiswa yang akan membantu proses verifikasi dan validasi ini.

"Ada 20 ribu lebih rumah rusak di Sumbar. Verifikasi tingkatan kerusakan, apakah rusak ringan, sedang, maupun berat ini penting untuk menjadi acuan dalam membangun hunian tetap nantinya," jelas Mahyeldi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: