Serang Caracas, Donald Trump Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Serang Caracas, Donald Trump tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.-AFP-
"Ada ledakan besar di sebuah dermaga yang kini lenyap," kata Trump di Mar-a-Lago ketika itu. Ia tidak merinci apakah itu operasi militer atau CIA. Juga tidak menjelaskan lokasinya. Hanya disebut : di sekitar pantai.
Namun justifikasi anti-narkoba itu berdiri di atas fondasi politik yang rapuh. Pemerintahan Trump menuduh Maduro memimpin kartel narkoba.
Maduro membantah. Langsung menuding Washington ingin menggulingkannya karena Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
BACA JUGA:Donald Trump Tetapkan Cabang Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris Asing
BACA JUGA:Xi Jinping Telepon Donald Trump Bahas Isu Taiwan
AS juga tidak mengakui legitimasi Maduro sejak pemilu pada Mei 2025. Pengamat internasional menyebut pemilu itu penuh kejanggalan. Trump memang tidak secara eksplisit menyerukan penggulingan Maduro. Tetapi pernyataannya konsisten menekan.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro tiba di New York, diadili Senin. Warga Venezuela di Doral, Florida, merayakan penangkapan Maduro, 4 Januari 2026. -AFP-
Akhir tahun lalu, Trump mengatakan bahwa jika pintar, Maduro pasti langsung mengundurkan diri. Trump juga mengancam bahwa hari-hari akhir Maduro sudah bisa dihitung dengan jari.
Padahal, dua hari sebelum serangan, Maduro sudah mencoba membuka kanal dialog. Ia menawarkan kerja sama soal pemberantasan narkoba dan migrasi ilegal.
Dalam wawancara televisi, Maduro menyatakan siap berdialog. "Kapan saja dan di mana saja AS mau," tegasnya.
BACA JUGA:Trump Terima Mamdani di Gedung Putih, Ucapkan Selamat Atas Kemenangan di Pilwalkot New York
BACA JUGA:Penjelasan Lengkap 28 Poin Rencana Trump untuk Perdamaian Rusia-Ukraina
Sementara ini, belum banyak reaksi dari dunia. Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan rapat darurat PBB. Di X, Petro menyebut bahwa dunia harus paham soal serangan AS ke Venezuela.
Jika dianalisis, dasar serangan itu bertumpu pada tiga hal. Pertama, narasi keamanan, yaitu perang terhadap narkotika, dipakai dipakai sebagai payung legitimasi.
Kedua, tekanan politik terhadap pemerintahan yang tidak diakui legitimasinya oleh Washington dan sekutu Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber