Surabaya Banjir, Eri Minta Warga Bahu Membahu Lengkapi Saluran di Permukiman
Petugas PMK Surabaya Menyedot Banjir di Kawasan Kota Minggu Malam 4 Januari 2026-Pemkot Surabaya-
SURABAYA, HARIAN DISWAY- Wali Kota Eri Cahyadi angkat bicara soal banjir yang merendam beberapa permukiman di Surabaya Minggu malam 4 Januari 2026.
Misalnya banjir yang melanda di wilayah Simo Kalangan dan Simo Hilir. Di mana air meluap setinggi pinggang orang dewasa. ”Kawasan itu memang belum kita sentuh,” kata Eri di Balai Kota Senin 5 Januari 2026.
Untuk membantu surutnya air, pemkot telah mengerahkan mobil pemadam kebakaran (PMK). Eri berjanji, penanganan genangan di dua wilayah tersebut akan dilakukan pada tahun ini.
Sementara terkait banjir di jalan Mayjend Sungkono Eri punya respon lain. Genangan di wilayah itu, hanya terjadi di sisi selatan.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Klaim Berhasil Turunkan 18 Titik Genangan di Kota
BACA JUGA:Surabaya Dilanda Banjir, 25 Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
”Karena apa ?. Karena kita tutup pintu airnya. Karena hujan terlalu deras,” paparnya.
Langkah itu diambil lantaran saluran air di Pakis 1B ambrol. Untuk itu, Pemkot memilih opsi untuk mengorbankan jalan. Agar permukiman di kawasan tersebut tetap terhindar dari genangan. Utamanya permukiman di wilayah Pakis.
Meski begitu, Eri menyebut, genangan di Surabaya saat hujan deras Minggu lalu cepat surut. Sekitar 15 menit setelah hujan reda, genangan juga ikut surut.
Eri menyebut, saat ini Pemkot sedang mempercepat penyelesaian proyek saluran di beberapa titik kota. Misalnya pembangunan rumah Pompa di Ahmad Yani. Agar tak terjadi genangan di kawasan Injoko.
Eri menyebut, saat ini tidak ada penambahan titik genangan atau banjir di Kota Pahlawan. Yang ada, jumlah titik banjirnya terus berkurang seiring upaya Pemkot dalam membangun saluran kota.
Tercatat, sebelumnya di Surabaya ada 350 titik. Dari jumlah tersebut, sudah sekitar 100 titik genangan yang telah diselesaikan Pemkot.
Di luar apa yang dikerjakan Pemkot, Eri juga meminta agar warga kota juga bahu membahu dalam membangun saluran di permukiman.
Setiap bangunan permukiman dan di tepi-tepi jalan sudah seharusnya dilengkapi dengan saluran. ”Kalau semuanya dibebankan kepada pemerintah, tidak cukup duit,” katanya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: