Pembunuhan di Gudang RSUD Majalaya, Bandung: Utang Kecil Utang Besar
ILUSTRASI Pembunuhan di Gudang RSUD Majalaya, Bandung: Utang Kecil Utang Besar.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
BACA JUGA:Pengutang Bunuh Penagih
Dengan kronologi itu, pembunuhan berencana. Korban ditemukan karyawan lain pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026.
Pagi itu juga pelaku menyerahkan diri ke Polresta Bandung. Pelaku dihadirkan polisi dalam jumpa pers di Polresta Bandung, Senin, 5 Januari 2026. Ia berbaju tahanan, tangannya diborgol.
Rendi menjawab pertanyaan wartawan, mengatakan, ia membunuh karena kesal kepada pelaku yang ditagih utang sampai delapan kali tidak juga dibayar. ”Setiap ditagih, alasannya (korban) ada saja. Sehingga saya kesal,” katanya.
Ditanya, korban utang untuk keperluan apa? Dijawab: ”Ia cuma mengatakan untuk kehidupan sehari-hari. Tapi, saya sendiri juga butuh uang sehari-hari.”
Khas, sama-sama orang miskin, yang terdesak kebutuhan hidup sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya Agus Heri Zukari dalam jumpa pers menjelaskan, pelaku dan korban bukan karyawan RSUD Majalaya. ”Mereka outsourcing. Maka, yang bertanggung jawab adalah perusahaan tempat mereka bekerja,” ungkapnya.
Pernyataan khas pihak perekrut pekerja outsourcing. Lepas tanggung jawab. Intinya, mereka tidak mau ikut bertanggung jawab meski pembunuhan terjadi di rumah sakit tersebut.
Soal utang piutang sudah banyak makan korban jiwa. Mulai utang kecil Rp5 juta di kasus itu sampai Heru Anggara, 31, tersangka pembunuh bocah Muhammad Axle, 9, di Cilegon karena gagal mencuri gegara dipergoki Axle. Di kasus itu Heru mengaku terlilit utang Rp820 juta akibat kalah main kripto.
Orang berutang bisa gelap mata sehingga bertindak kriminal. Bisa juga membunuh.
Dikutip dari The Guardian, 3 Desember 2018, berjudul Aggressive Debt Collectors Raise Risk of Suicide, karya Denis Campbell, diungkapkan sikap gresif penagih utang pasti membikin pengutang sangat tertekan.
Naskah tersebut hasil riset di Inggris, 2018. Diungkapkan data, saat itu lebih dari 100.000 orang per tahun di Inggris yang terjerat utang besar mencoba mengakhiri hidup mereka.
Satu dari 14 orang dewasa mengalami masalah utang. Artinya, mereka sangat tertinggal dalam membayar tagihan, atau perjanjian kredit, atau telah diputus layanannya oleh pemasok gas, listrik, atau air dalam setahun terakhir.
Mereka tiga kali lebih mungkin daripada populasi umum untuk pernah berpikir untuk mengakhiri hidup mereka, menurut penelitian yang dilakukan National Centre for Social Research (NatCen) United Kingdom, badan penelitian sosial independen terbesar di Inggris.
NatCen menganalisis data terperinci tentang kesehatan mental orang dewasa yang dilakukan untuk Money and Mental Health Policy Institute.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: