Pembunuhan di Gudang RSUD Majalaya, Bandung: Utang Kecil Utang Besar
ILUSTRASI Pembunuhan di Gudang RSUD Majalaya, Bandung: Utang Kecil Utang Besar.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Utang Rp5 juta yang tak terbayar membuat Fikri Ardiansyah, 24, dibunuh Rendi, 43, di RSUD Majalaya, Bandung, Sabtu, 3 Januari 2026. Mereka sama-sama pekerja cleaning service di sana. Pelaku atasan korban. Sudah delapan kali pelaku menagih Utang kepada korban, gagal bayar, akhirnya dibunuh.
UTANG PIUTANG sering jadi masalah. Di kalangan masyarakat kelas ekonomi bawah (miskin), hal itu bisa mengakibatkan tindak kriminal, bahkan pembunuhan. Contohnya, antara lain, di kasus ini.
Kabidhumas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan kepada wartawan, Minggu, 4 Januari 2026, mengatakan, pelaku menyerahkan diri ke Polresta Bandung setelah membunuh korban.
BACA JUGA:Alibi Palsu Tersangka Pembunuhan Mahasiswi ULM: Video Call dan Medsos
BACA JUGA:Pembunuhan Motif Utang Rp2,4 Juta di Gondanglegi, Malang: Soal Faktor X pada Otak
Pembunuhan menggunakan kapak. Korban dihajar kapak pelaku di gudang lantai 2 RSUD Majalaya, Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Kini perkaranya sedang diproses.
Berdasar pengakuan tersangka kepada polisi, tersangka Rendi warga Kampung Babakan Jati, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Korban Fikri warga Kampung Kadatuan, Desa Mekarpawitan, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung.
Mereka sama-sama ”orang susah”. Rendi koordinator cleaning service, atasan Fikri. Sebab, usia Rendi lebih tua daripada Fikri. Mereka bekerja di perusahaan agensi cleaning service yang dipekerjakan (outsourcing) di RSUD Majalaya.
BACA JUGA:Pengutang Pinjol Dapat Angin
BACA JUGA:Pembunuhan gegara Utang Koperasi Rp 500 Ribu: Miskin Bikin Orang Jahat?
Fikri punya utang Rp5 juta kepada Rendi. Sudah lama tak dibayar. Rendi mengaku sudah delapan kali menagih, tapi belum juga dibayar.
Sabtu malam, 3 Januari 2026, mereka sama-sama bekerja di lantai 2 gedung tersebut. Saat itu di sana tak ada karyawan lain. Kegiatan di lantai 2 sudah selesai pukul 14.00. Rendi menagih utang lagi ke Fikri. Tak terbayar lagi.
Penagihan kali ini, Rendi sudah membawa kapak. Ia langsung menyerang Fikri dengan kapak. Korban tewas dengan banyak darah menggenang di gudang. Pelaku meninggalkan korban tergeletak.
BACA JUGA:3 Perempuan Membunuh Pria Penunggak Utang di Bali
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: