Apa Beda Head Coach dan Manager di Sepak Bola Inggris? Arteta Soroti Kasus Amorim dan Maresca

Apa Beda Head Coach dan Manager di Sepak Bola Inggris? Arteta Soroti Kasus Amorim dan Maresca

Arteta menilai kejatuhan Maresca dan Amorim sebagai pelajaran bahwa kepercayaan dan hubungan kerja lebih penting daripada jabatan.-Catherine Ivill-Getty Images

HARIAN DISWAY - Dipecatnya Ruben Amorim di Manchester United dan kepergian Enzo Maresca dari Chelsea bukan kebetulan. Keduanya menggambarkan ketegangan struktural dalam sepak bola Inggris modern, di mana peran pelatih kini ditentukan bukan hanya oleh hasil di lapangan, tapi juga oleh sejauh mana ia diizinkan mengelola hal di luar garis lapangan.

Dalam waktu singkat, dua pelatih Liga Inggris itu harus kehilangan pekerjaannya akibat masalah hubungan dengan manajemen. 

Enzo Maresca lebih dulu meninggalkan Chelsea setelah terjadi perbedaan pandangan soal kewenangan, disusul Ruben Amorim yang dipecat Manchester United beberapa hari kemudian. 

Meski klub membantah adanya konflik internal, situasi tersebut memperlihatkan betapa rapuhnya posisi pelatih dalam struktur sepak bola modern.

Di tengah dinamika itu, Mikel Arteta justru tidak terlalu mempersoalkan perubahan perannya di Arsenal dari “head coach” menjadi “manager” pada awal masa jabatannya. 

Menurut Arteta, jabatan bukanlah penentu utama kesuksesan sebuah tim. “Pada akhirnya, ini soal hubungan dan orang-orang di dalamnya,” ujarnya menjelang laga Arsenal melawan Liverpool.

Sepak bola Inggris sendiri telah berubah. Jika dahulu manajer memegang kendali penuh atas klub, kini kekuasaan tersebut terbagi ke banyak pihak. 

Dalam sistem seperti ini, pelatih yang merasa ruang geraknya terbatas bisa dengan mudah bersinggungan dengan manajemen, seperti yang terjadi pada Maresca dan Amorim.

BACA JUGA:Enzo Maresca Tulis Pesan Perpisahan dengan Chelsea, Ini Katanya...

BACA JUGA:Pep Guardiola: Ruben Amorim Manajer Hebat, Tapi Liga Inggris Terlalu Kejam!

Perbedaan Jabatan yang Sering Disalahpahami


Pep Guardiola sebut Ruben Amorim hebat, namun pemecatannya setelah 14 bulan di MU bukti minimnya waktu bagi pelatih di Liga Inggris--Getty Images

Bagi publik, istilah “head coach” dan “manager” kerap dianggap sama. Namun dalam praktiknya, kedua posisi tersebut bisa memiliki tanggung jawab yang berbeda. 

Amorim, misalnya, sempat menegaskan bahwa dirinya adalah “manager, bukan sekadar head coach”, saat mengisyaratkan kurangnya dukungan klub terhadap kebutuhannya di bursa transfer.

Manchester United sendiri menunjuk Amorim sebagai “head coach” pada November 2024, sebuah penyebutan yang cukup jarang dalam sejarah klub. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: sport illustrated