Menkes Sebut Indonesia Krisis Dokter, Muhammadiyah Siap Percepat Pemenuhan Nasional

Menkes Sebut Indonesia Krisis Dokter, Muhammadiyah Siap Percepat Pemenuhan Nasional

MELAUNCHING. Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir didampingi Rektor Unimma Lilik Indriani dan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Aisyah Endah Palupi, launching Fakultas Kedokteran dan Profesi di Auditorium Kampus I Unim-magelang.disway.id/Heni Agusningtiyas-

Haedar menyebut jika pemerintah membutuhkan hingga 83 fakultas kedokteran, Muhammadiyah siap mengambil peran selama regulasi lebih adaptif dan mendukung percepatan. Ia menilai pengalaman Muhammadiyah saat pandemi Covid-19 menjadi bukti kemampuan bergerak cepat.

“Kalau bertahap dari 23 menjadi 53 dulu, insyaAllah bisa. Pengalaman pandemi menunjukkan kami mampu bergerak cepat,” ujarnya.

BACA JUGA:Kemenkes Ajukan Rp500 Miliar ke BNPB untuk Revitalisasi Fasilitas Kesehatan Rusak di Aceh

BACA JUGA:Wamenkes Tinjau Cek Kesehatan dan Vaksinasi Gratis Karyawan SKT Sampoerna di Surabaya

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Lilik Andriyani menyampaikan bahwa pembukaan Fakultas Kedokteran UNIMMA merupakan kontribusi konkret dalam pemerataan tenaga medis nasional. Fakultas tersebut telah masuk dalam rencana strategis UNIMMA selama tiga periode dan akhirnya terealisasi pada tahun ini.

“Kami berharap lahir dokter yang profesional, beretika, berempati, serta membawa nilai Islam berkemajuan,” kata Lilik Andriyani.

Pembukaan Fakultas Kedokteran UNIMMA diharapkan memperkuat upaya pemerintah dalam mengatasi krisis dokter dan meningkatkan akses layanan kesehatan di berbagai daerah Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: