F1 2026: Unit Daya Mercedes Jadi Sorotan, Tapi Ancaman Datang dari McLaren
Dari Kiri: Kini Antonelli dan George Russell, duet pembalap tim Mercedes F1 di 2026 yang diharapkan bisa memberi kejutan sejak awal musim. --Twitter Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team @MercedesAMGF1
HARIAN DISWAY - Menjelang era regulasi baru Formula 1 2026, Mercedes kembali menjadi pusat perhatian. Rumor keunggulan unit daya mereka mencuat jelang tes pramusim Barcelona, namun di balik reputasi Silver Arrows, Toto Wolff justru mengingatkan bahwa ancaman terbesar bisa datang dari dalam kandang sendiri.
Hitungan mundur menuju musim 2026, memunculkan spekulasi bahwa pabrikan asal Jerman, Mercedes, akan kembali memposisikan diri di puncak teknologi Formula 1.
Sejak 2014 hingga 2025, Mercedes mendominasi lintasan Formula 1 dengan torehan 189 kemenangan Grand Prix yang mengesankan.
Kesuksesan awal tim berjuluk Silver Arrows tercatat sebagai salah satu yang paling legendaris dalam sejarah F1, dengan memenangkan 16 dari 19 balapan pada musim debut regulasi baru, serta 19 dari 21 balapan pada musim 2017.
Dominasi itu bukan semata-mata soal keberuntungan, melainkan hasil dari persiapan matang saat transisi dari mesin V8 ke unit daya turbo hybrid 1,6 liter—sebuah visioner strategi yang membuat para pesaing tertinggal jauh.
Kini, diberlakukan penerapan regulasi unit daya baru pada tahun 2026 yang menampilkan pembagian energi seimbang 50:50 antara mesin pembakaran internal dan sistem hibrida, atmosfer pramusim kembali dipenuhi spekulasi.
BACA JUGA:Korbankan Musim 2025, Ferrari Fokus Bangun Mobil Formula 1 2026 Demi Gelar Juara
BACA JUGA:Formula 1 2025 Berakhir Dramatis, Lando Norris Juara Dunia dengan Selisih Dua Poin
Dengan uji coba pramusim yang semakin dekat, para penggemar dan rival di grid sama-sama penasaran: apakah Mercedes mampu merebut kembali tahtanya di era baru Formula 1?
Toto Wolff, Team Principal Mercedes F1, yang menjadi bintang tamu dalam podcast Beyond the Grid , justru menjelaskan pendekatan yang jauh lebih berhati-hati dibandingkan ekspektasi para penggemar.
"Saya tidak pernah percaya diri. Kami adalah orang-orang yang selalu melihat sisi negatif, bukan sisi positif," ujar Wolff.
Ada benarnya pernyataan tersebut, mengingat ketatnya persaingan yang kini berada sangat dekat dengan Mercedes.
Faktanya, Mercedes tengah menghadapi tantangan serius, terutama dari tim pelanggan unit daya mereka sendiri, McLaren F1. Tim asal Woking itu sukses meraih gelar juara konstruktor berturut-turut pada musim 2024 dan 2025, sementara Mercedes hanya mampu mengoleksi empat kemenangan seri Grand Prix dalam periode yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: