Polisi Ungkap Psikologis Terduga Pembunuhan Bocah Axle: Depresi Picu Pembunuhan?
ILUSTRASI Polisi Ungkap Psikologis Terduga Pembunuhan Bocah Axle: Depresi Picu Pembunuhan?.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Tersangka pembunuh Muhammad Axle, 9, Heru Anggara, 31, orang depresi. Kata polisi, ia bermodal Rp400 juta untuk main kripto dan menang Rp4 miliar. Lalu, kalah. Duitnya ludes. Ia utang Rp820 juta, main kripto, dan ludes lagi. Sementara dikejar penagih utang, ia mengidap kanker nasofaring stadium tiga. Ia dikemoterapi tiap pekan.
TEKANAN psikologis Heru tergolong berat. Stres menumpuk, jadi depresi. Lalu, ia memutuskan mencuri rumah kosong milik politikus PKS Maman Suherman. Di sana ia kepergok anak Maman, Axle, yang melawan dengan menendang kemaluan pelaku. Pelaku pun membunuh Axle.
Pasti, depresi bukan pemaaf buat kekejaman Heru membunuh Axle. Kekejaman Heru luar biasa sadis. Ia mencoblosi tubuh korban dengan 19 tikaman pisau. Untuk bocah segitu, satu pukulan tangan orang dewasa pun sudah mematikan.
BACA JUGA:Pengakuan Tersangka Pembunuh Bocah Axle di Cilegon: Kemaluannya Ditendang
BACA JUGA:Pembunuh Bocah 9 Tahun Anak Politisi PKS di Cilegon Ditangkap
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Dian Setiawan kepada wartawan mengungkapkan berbagai temuan baru di kasus tersebut. Itu menambah wawasan masyarakat dalam memandang kasus tersebut. Agar jadi pelajaran.
Heru berasal dari Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Ia sudah menikah, belum punya anak. Sejak 2019 ia karyawan perusahaan produsen petrokimia besar, PT Chandra Asri Cilegon. Terakhir ia operator produksi di sana. Gajinya lumayan besar.
Di Cilegon ia dan istri tinggal di Perumahan Bumi Rakata Asri, Kluster Grand Valid Blok 15 Nomor 22. Ia mengontrak di perumahan kelas menengah itu.
BACA JUGA:Kasus Pembunuhan Sadis Bocah 9 Tahun di Cilegon: Pakar Mengatakan, Pelaku Orang Dalam
BACA JUGA:Kasus Kematian Bocah 9 Tahun di Cilegon Masih Misterius, Polisi Periksa Politikus PKS
Tahun lalu tabungannya Rp400 juta dimainkan ke kripto. Menang, jadi Rp4 miliar. Ia penasaran, terus main kripto. Ia kalah. Semua duitnya ludes.
Penasaran, ia utang Bank Mandiri Rp700 juta (belum terjelaskan, bagaimana caranya ia bisa utang sebanyak itu). Ia juga utang koperasi karyawan Chandra Asri Rp70 juta. Masih juga utang pinjol Rp50 juta. Total Rp820 juta. Semuanya dimainkan ke kripto.
Ia kalah, seluruh uangnya habis. Saat dikejar-kejar penagih utang, ia juga rutin setiap pekan menjalani kemoterapi untuk mengatasi kanker nasofaring. Itu kanker langka. Bercokol di bagian atas tenggorokan, di belakang hidung, di atas langit-langit mulut. Sudah stadium tiga.
BACA JUGA:Misteri Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon: Diduga Bukan Perampokan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: