Polisi Ungkap Psikologis Terduga Pembunuhan Bocah Axle: Depresi Picu Pembunuhan?

Polisi Ungkap Psikologis Terduga Pembunuhan Bocah Axle: Depresi Picu Pembunuhan?

ILUSTRASI Polisi Ungkap Psikologis Terduga Pembunuhan Bocah Axle: Depresi Picu Pembunuhan?.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

BACA JUGA:Kronologi Perampokan Tewaskan Bocah 9 Tahun di Cilegon, Polisi Masih Selidiki Motif

Kombes Dian: ”Bukti rekam medis pada handphone pelaku, bahwa ia rutin tiap minggu berobat kemoterapi di rumah sakit S daerah Semanggi.”

Sampai di sini tampak bahwa Heru stres bertubi-tubi. Penumpukan stres berubah jadi depresi. Dalam kondisi begitu, ia memutuskan mencuri di rumah kosong. Ia pilih rumah mewah.

Selasa, 16 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, Heru WA istrinya. Isinya, ia akan mencuri. Jawaban WA dari istri, seolah pasrah: Astaghfirullah, sayang…”

Empat jam kemudian Heru membobol masuk rumah mewah dua lantai milik Maman di kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Cilegon. Pada saat yang sama, kata polisi, si istri sedang belanja di Cilegon Center Mall (CCM). 

Suatu kontradiksi. Suami mencuri, istri belanja di mal. Namun, berdasar latar belakang ekonomi, gaji suami yang lumayan besar, kebiasaan belanja di mal sudah biasa.

Di pencurian itulah Heru kepergok Muhammad Axle. Ketika Heru akan mengikat tangan Axle, korban melawan. Axle menendang kemaluan Heru dua kali. Juga, menendang lutut dan siku Heru. Serangan itu mengagetkan sekaligus memicu ledakan kemarahan pelaku. Axle pun dicocok pisau 19 kali.

Habis membunuh Axle, dua pekan kemudian, Minggu, 28 Desember 2025, Heru mencuri di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Cilegon Roisyudin Sayuri di kawasan Pabuaran, Ciwedus, Cilegon. Sukses. Ia menggondol aneka perhiasan emas. 

Namun, di pencurian itu ia gagal membuka brankas. Lalu, pencurian ia ulangi lagi pada Jumat, 2 Januari 2026. Saat itulah ia kepergok pembantu rumah tangga (ART) yang langsung menelepon bosnya. 

Saat itu Heru sebenarnya punya kesempatan kabur. Jeda waktu antara ia kepergok ART dan kedatangan polisi masih sekitar setengah jam. Namun, Heru jatuh dari tangga dan kakinya terkilir sehingga tak bisa jalan. Akhirnya ia dibekuk polisi.

Saat digelandang menuju kantor polisi, ia diinterogasi. Dalam interogasi, tahu-tahu ia mengaku sebagai pembunuh Axle. Aneh sekali. Namun, begitulah yang terjadi, kata polisi.

Bisa jadi, semua tindak kriminal Heru, termasuk pengakuan membunuh Axle, akibat ia depresi. 

Dikutip dari BBC, 25 Februari 2015, berjudul Depression Linked to Violent Crime, Study Finds, diungkapkan hasil riset, bahwa orang depresi tiga kali lebih mungkin melakukan kejahatan kekerasan jika dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.

Departemen Psikiatri di University of Oxford, Inggris, pada tahun penerbitan artikel itu, memeriksa catatan kriminal 47.158 warga Swedia setelah mereka didiagnosis menderita depresi.

Sekitar 3,7 persen pria dan 0,5 persen wanita depresi memiliki catatan kriminal –1,2 persen pria dan 0,2 persen wanita dalam populasi umum memiliki catatan kriminal yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: