Polisi Ungkap Psikologis Terduga Pembunuhan Bocah Axle: Depresi Picu Pembunuhan?
ILUSTRASI Polisi Ungkap Psikologis Terduga Pembunuhan Bocah Axle: Depresi Picu Pembunuhan?.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Para peneliti mengatakan bahwa masalah itu belum mendapat perhatian yang cukup dari para dokter.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Lancet itu meneliti hukuman untuk pelanggaran seksual dan kejahatan seperti pembunuhan, penyerangan, dan perampokan.
Temuan pada orang yang mengalami depresi dibandingkan dengan sampel yang terdiri atas 898.454 orang yang tidak memiliki riwayat depresi.
Ketika para peneliti mempertimbangkan riwayat kekerasan sebelumnya, perilaku melukai diri sendiri, psikosis, dan penyalahgunaan zat, mereka tetap menemukan hubungan antara depresi dan kejahatan kekerasan meski risikonya ditemukan lebih kecil.
Penulis utama, Prof Seena Fazel, mengatakan, ”kami ingin menentukan apakah ada peningkatan risiko kekerasan pada individu dengan depresi klinis, dan tanpa faktor lain yang diketahui berkontribusi terhadap risiko ini.”
Sebaliknya, Marjorie Wallace, kepala eksekutif badan amal kesehatan mental Inggris, Sane, menyatakan, jarang orang yang depresi melakukan kejahatan.
Wallace: ”Studi ini menunjukkan betapa pentingnya bagi para profesional untuk tidak mengabaikan perasaan yang kuat tersebut dan menjelaskan bahwa orang dapat menerima perasaan mereka dan pulih.”
Dari BBC, ada beda pendapat antara para ahli soal itu. Berdasar logika umum, tidak semua orang depresi bertindak kriminal, termasuk membunuh. Sebagian besar mereka menderita secara mental dan kemudian merambat ke fisik. Namun, ada juga dari mereka yang kemudian membunuh karena terlalu jengkelnya.
Kendati, kondisi psikologis pelaku bukan pemaaf buat kekejaman yang sudah ia lakukan. Analisis itu cuma berguna bagi orang depresi yang belum, tetapi akan melakukan pembunuhan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: