Pembebasan Lahan Kampung Taman Pelangi Surabaya Tuntas, Fly Over Segera Dibangun

Pembebasan Lahan Kampung Taman Pelangi Surabaya Tuntas, Fly Over Segera Dibangun

Moch Ihsan mengemas barang barangnya di hari terakhir deadline pengosongan Jemur Gayungan 13 Januari 2026. Ia mendapatkan ganti rugi 1,475 M dari tanahnya yang digusur selebar 5,5 x 12 Meter-Boy Slamet-Harian Disway

BACA JUGA:Tinjau Pembangunan Fly Over Juanda di Bundaran Aloha, Menteri PUPR Minta Lebih Banyak Ditanami Pohon

BACA JUGA:PN Surabaya Serahkan Uang Ganti Rugi untuk 3 Persil Lahan Kampung Taman Pelangi, Sisa 7 Lagi

Menurut Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Pertanahan (DSDABM) Kota Surabaya, Dedy Purwito, saat ini masih menyelesaikan koordinasi arsitektur dengan berbagai pihak.

"Pembebasan lahan 29 rumah sudah terbayar. Rencana minggu ini akan membongkar sisa 10 bangunan. Proyek ini direncanakan multiyears 2026–2027, selama dua tahun. Tetapi, saat ini kami masih dalam tahap koordinasi dan perizinan ke Kementerian PUPR, Dirjen, Kementerian Perhubungan, dan PT Kereta Api Indonesia," jelas Dedy.


Bangunan Rumah Warga Yang Belum Dibongkar di Kampung Taman Pelangi, Selasa 6 Januari 2026-Boy Slamet Disway -

Koordinasi tersebut bersifat krusial karena lokasi fly over berada di dekat jalur kereta api aktif. Setiap desain dan pelaksanaan konstruksi harus memenuhi standar keselamatan operasional perkeretaapian nasional.

Selain itu, integrasi dengan jaringan jalan kota dan rencana tata ruang juga harus dipastikan selaras. "Kami matangkan dulu rencana dan arsitekturnya. Insya Allah tahun ini baru mulai pengerjaan awal," katanya. 

BACA JUGA:Warga Taman Pelangi Surabaya Terjebak Sengketa Lahan

Fly over Taman Pelangi dirancang sebagai solusi jangka panjang atas kemacetan kronis di kawasan Surabaya Selatan. Selama ini, persimpangan Taman Pelangi, sering mengalami macet panjang, terutama saat jam sibuk.

Kehadiran perlintasan sebidang kereta api memperparah situasi, karena palang pintu yang kerap turun memutus alur kendaraan selama beberapa menit.

Dengan adanya fly over, kendaraan dari arah utara ke selatan (atau sebaliknya) dapat melintas di atas jalur kereta dan jalan raya tanpa terganggu oleh perlintasan atau lampu lalu lintas.

Proyek tersebut sejalan dengan visi Surabaya sebagai kota metropolitan yang berkelanjutan, efisien, dan ramah mobilitas. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: