Max Biaggi Sebut Ducati Bukan Pabrikan Italia, Sulut Perang Identitas MotoGP
Max Biaggi, duta Aprilia, sekaligus mantan juara dunia empat kali kelas 250cc dan juara dunia WorldSBK dua kali. --Twitter M Sports @MSports_all
HARIAN DISWAY - Max Biaggi melontarkan bom verbal ke jantung MotoGP. Sang legenda Italia itu secara terbuka menyebut Ducati bukan pabrikan Italia sejati, memicu perang identitas, nasionalisme, dan psikologis di tengah panasnya persaingan Aprilia vs Desmosedici.
Max Biaggi, yang juga dijuluki “Roman Emperor” yang kini menjabat sebagai Brand Ambassador Aprilia, sekaligus mantan pembalap legendaris Italia —juara dunia empat kali kelas 250cc dan dua kali juara dunia WorldSBK—secara terang-terangan menyatakan bahwa Ducati “bukan” pabrikan Italia sejati.
Pernyataan kontroversial tersebut sekaligus menegaskan klaim Biaggi bahwa Aprilia adalah satu-satunya merek Italia murni yang masih tersisa di dunia balap motor berkecepatan tinggi.
Biaggi, yang mendominasi kelas 250cc pada periode 1994–1997 dan dikenal memiliki rivalitas panas dengan Valentino Rossi, tampaknya tengah menyerang identitas rival mereka, Ducati, dalam wawancara terbarunya bersama TNT Sport.
Ini bukan lagi sekadar soal performa motor di lintasan, melainkan sudah menyentuh ranah kebanggaan nasional . Biaggi secara gamblang menyebut bahwa status “pabrikan Italia” yang selama ini diberikan kepada Ducati sejatinya bersifat semu.
"Saya telah menjadi duta Aprilia selama hampir 10 tahun, dan merupakan kehormatan besar bagi saya untuk dikaitkan dengan pabrikan ini, yang sejujurnya adalah satu-satunya pabrikan Italia di paddock ini. Kita tahu Ducati adalah pabrikan Jerman karena kepemilikan Audi. Kami sangat bangga akan hal ini—Grup Piaggio telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," ujar Biaggi.
BACA JUGA:Tardozzi Buka Kartu Ducati: Mental Bagnaia hingga Masa Depan Marquez
BACA JUGA:Valentino Rossi di Persimpangan: Bertahan di Ducati atau Berjudi Bersama Aprilia
Pernyataan tersebut jelas merupakan sebuah side-swipe , atau sindiran keras. Meski Ducati berbasis di Bologna dan kental dengan budaya Italia, Biaggi ingin menegaskan bahwa secara struktur kepemilikan modal dan “darah” perusahaan, Aprilia-lah yang tetap murni berada di bawah bendera Piaggio Group asal Italia.
Tak hanya menyerang identitas Ducati, Biaggi juga melontarkan pujian setinggi langit terhadap evolusi Aprilia RS-GP. Menurutnya, era di mana Aprilia hanya kompetitif di sirkuit tertentu—seperti Catalunya atau Silverstone—telah berakhir.
"Sekarang, motor ini tidak memiliki titik lemah. Tidak ada lagi trek yang membuat kami takut," tegas Biaggi, memaparkan perkembangan signifikan Aprilia RS-GP dari musim ke musim.
Seperti diketahui, pada musim 2025 Aprilia RS-GP sukses memenangkan tiga dari empat balapan terakhir. Hasil tersebut mengantarkan Marco Bezzecchi finis di posisi ketiga klasemen akhir pembalap, sekaligus memastikan Aprilia menjadi runner-up klasemen konstruktor.
Lebih hebatnya lagi, performa tersebut tidak bergantung pada satu pembalap saja. Biaggi menunjuk Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez sebagai bukti bahwa Aprilia RS-GP kini mampu tampil kompetitif di tangan siapa pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: