Red Bull di Persimpangan Sejarah: Ujian Mekies dan Loyalitas Verstappen

Red Bull di Persimpangan Sejarah: Ujian Mekies dan Loyalitas Verstappen

Laurent Mekies, nahkoda baru tim Red Bull F1 mulai musim 2026--Twitter M Sports @MSports_all

Seperti diketahui, Verstappen telah berada di bawah bimbingan Christian Horner sejak 2016. Juara dunia empat kali itu kini harus menghadapi ketidakpastian di bawah rezim baru.

BACA JUGA:Aston Martin Hidupkan Mesin Honda di AMR26, Langkah Awal Menuju F1 2026

BACA JUGA:Regulasi F1 2026 Reshuffle Besar: Bisakah Red Bull–Ford Kuasai Era Mesin Hybrid Baru?

Meski demikian, dinamika tim yang membaik serta tren performa yang menjanjikan berpotensi meningkatkan kepercayaan diri Verstappen saat Red Bull bersiap menghadapi McLaren dan para rival lainnya, terutama setelah Formula 1 memasuki era regulasi baru.

Regulasi baru F1 di 2026 diprediksi akan mengubah peta persaingan secara signifikan. Di sisi lain, Red Bull juga tengah mempersiapkan era transformatif dalam pengembangan unit daya mereka, membuat jalan ke depan tetap sarat tantangan.

Sebagai nahkoda, Mekies menghadapi tugas berat. Ia tidak hanya harus meyakinkan Verstappen untuk bertahan selama fase pembangunan ulang ini, tetapi juga memastikan Red Bull tetap menjadi kekuatan kompetitif di grid.

Pandangan umum di paddock menyebutkan bahwa Verstappen akan menggunakan musim 2026 sebagai tolok ukur untuk menilai tim mana yang paling berhasil menguasai regulasi baru, sebelum mengambil keputusan besar terkait masa depannya.

Aston Martin F1 dikabarkan telah menyiapkan anggaran ratusan juta euro demi mendapatkan tanda tangan Verstappen. Namun, godaan Mercedes F1 yang diyakini mampu menciptakan unit daya tercepat di Formula 1, juga tak bisa diabaikan begitu saja.

Apakah Max Verstappen bisa hengkang sebelum kontraknya berakhir pada akhir 2028? Sangat mungkin. Seperti kontrak pembalap papan atas lainnya, terdapat klausul performa yang berfungsi sebagai perlindungan jika tim mengalami krisis teknis.

Dalam kasus Verstappen, klausul tersebut berlaku setiap akhir Juni selama masa kontraknya. Jika setelah paruh pertama musim ia berada di luar posisi empat besar klasemen, maka ia memiliki opsi untuk meninggalkan tim.

Kini, Red Bull Racing harus menavigasi wilayah yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya. Seluruh perhatian tertuju pada kinerja Laurent Mekies dan kemampuannya membawa tim kembali ke puncak olahraga jet darat.

Pertanyaannya tetap sama: apakah ketenangan ini akan benar-benar mengantar Red Bull menuju era dominasi baru, atau justru menjadi pusat dari badai berikutnya?(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: