Red Bull di Persimpangan Sejarah: Ujian Mekies dan Loyalitas Verstappen

Red Bull di Persimpangan Sejarah: Ujian Mekies dan Loyalitas Verstappen

Laurent Mekies, nahkoda baru tim Red Bull F1 mulai musim 2026--Twitter M Sports @MSports_all

HARIAN DISWAY - Era pasca-Christian Horner resmi dimulai di Red Bull Racing. Dengan Laurent Mekies sebagai nahkoda baru dan regulasi besar F1 2026 di depan mata, masa depan Max Verstappen kini menjadi pusat perhatian dunia Formula 1.

Lanskap Formula 1 akan segera memasuki salah satu perubahan terbesar dalam sejarah kejuaraan. Red Bull Racing kini berada di persimpangan jalan saat memulai babak baru tanpa sosok pemimpin lamanya, Christian Horner.

Tim beralih ke atmosfer yang jauh lebih tenang setelah kepergian Horner yang kontroversial pada Juli 2025, mengakhiri lebih dari dua dekade kepemimpinannya sejak debut Red Bull di F1 pada 2005.

Untuk pertama kalinya, musim 2026 akan dimulai dengan wajah baru di pucuk pimpinan. Laurent Mekies, mantan eksekutif Racing Bulls, dipercaya mengemban tugas monumental untuk merombak dan menata ulang struktur tim.

Perubahan ini terjadi setelah performa Red Bull yang tidak sepenuhnya konsisten di akhir musim 2025. Pembalap bintang mereka, Max Verstappen, hanya mampu meraih enam kemenangan dalam sembilan balapan terakhir musim tersebut.

Situasi itu membuat Verstappen kehilangan gelar juara dunia dengan selisih tipis dua poin dari Lando Norris. Sementara itu, Red Bull Racing harus puas finis di posisi ketiga klasemen konstruktor, tertinggal 18 poin dari Mercedes yang berada di peringkat kedua.

BACA JUGA:McLaren Ancaman Serius Mercedes di F1 2026, Bukan Hanya Soal Mesin

BACA JUGA:F1 2026: Unit Daya Mercedes Jadi Sorotan, Tapi Ancaman Datang dari McLaren

Tak heran jika banyak pengamat F1 masih bersikap skeptis terhadap perombakan terbaru Red Bull. Ada secercah optimisme, namun rasa ragu masih terasa di udara.

Pandangan tersebut juga disampaikan mantan kepala tim Haas F1, Guenther Steiner, yang kini banting setir memimpin Tech3 Racing di MotoGP 2026. Steiner menilai situasi internal Red Bull saat ini merupakan dampak langsung dari promosi Laurent Mekies.

“Saya pikir ekspektasinya terlalu berlebihan. Memang benar Mekies membawa ketenangan setelah kekacauan era Horner, tetapi performa mobil sebenarnya sudah bagus sebelumnya. Laurent tidak mungkin membuat mobil menjadi lebih cepat hanya dalam dua minggu, dia tidak sehebat itu,” ujar Steiner.

“Namun, ketenangan tambahan ini telah membuat perbedaan besar. Itu jelas membantu Max Verstappen, karena musim lalu selalu ada kegaduhan yang mengelilingi tim di setiap balapan. Sekarang, seluruh tim akhirnya bisa kembali fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.”

Setelah gejolak perombakan kepemimpinan mulai mereda, satu pertanyaan besar pun muncul: dengan penunjukan Laurent Mekies, mampukah Red Bull mengamankan loyalitas Max Verstappen dalam jangka panjang?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: