Ironi Star Trek di Balik Kolaborasi Militer AS dan AI Elon Musk
Kolaborasi Menteri Pertahanan AS dengan Grok AI yang gunakan slogan dari Star Trek. --youtube/jalopnik
Dalam episode itu, Kapten Jean-Luc Picard tidak memuji senjata tersebut. Ia menghentikannya. Pesan moralnya jelas: teknologi perang yang dilepas tanpa kebijaksanaan akan berbalik menghancurkan peradaban.
Ironi inilah yang luput oleh Musk dan Hegseth. Menggunakan simbol Star Trek sambil mendorong militerisasi AI sama saja merayakan hal yang justru dikritik oleh serial tersebut.
Lebih jauh, Star Trek bukan kisah tentang dominasi senjata atau supremasi teknologi. Inti serial ini adalah eksplorasi kemanusiaan: diplomasi lintas spesies, perdebatan etika, hingga pencarian makna hidup.
BACA JUGA:Gagal di Timur Tengah, AS Bidik Amerika Latin
BACA JUGA:Sejarah Campur Tangan AS di Amerika Latin

Di episode 21 Star Trek Arsenal of Freedom adalah senjata otomatis yang malah menjadi bumerang untuk sang pencipta. --Jalopnik
Episode-episode paling dikenang bukanlah perang besar, melainkan drama intelektual seperti The Measure of a Man atau The Drumhead. Dunia Star Trek dibangun oleh ilmuwan, insinyur, dan filsuf. Bukan taipan teknologi yang memusatkan kekayaan dan kekuasaan.
Ambisi Musk untuk membangun masa depan ala Star Trek terdengar megah, tetapi realitasnya bertolak belakang. Ketimpangan ekonomi, eksploitasi tenaga kerja, hingga kontroversi keselamatan produk masih membayangi perusahaannya.
Dalam semesta Roddenberry, dunia post-scarcity tercapai karena manusia meninggalkan keserakahan. Bukan karena satu orang menguasai sumber daya.
Kolaborasi militer AS dan Grok AI boleh jadi akan dicatat sebagai tonggak teknologi. Namun, menyebutnya sebagai jalan menuju Star Trek adalah salah kaprah.
Jika masa depan benar-benar ingin meniru semesta tersebut, yang dibutuhkan bukan sekadar AI dan roket raksasa, melainkan etika, empati, dan kesediaan untuk melepaskan ego.
Tanpa itu, Arsenal of Freedom hanya akan menjadi pengulangan kisah lama: teknologi hebat, moral tertinggal. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: