Pemerintah Genjot Jumlah Dokter, DPR Ingatkan Jangan Korbankan Kualitas
Ketimpangan layanan kesehatan masih nyata. Edy Wuryanto mendorong pemerintah memastikan transformasi rujukan benar-benar memudahkan masyarakat.--
HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas untuk mempercepat penambahan fakultas kedokteran (FK) serta meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa kedokteran di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk menambal kekurangan tenaga medis yang mencapai lebih dari 100.000 dokter guna memastikan layanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok negeri.
Pemerintah menargetkan perluasan akses pendidikan kedokteran ini dapat mencetak generasi baru dokter dalam waktu singkat untuk memenuhi standar pelayanan kesehatan yang ideal.
Presiden menilai, tanpa adanya terobosan masif dalam penyediaan tenaga medis, ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil akan sulit teratasi dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru, Tambah 3.150 Mahasiswa FK
Menanggapi kebijakan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan pemerintah agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, upaya mengejar kuantitas tidak boleh mengorbankan kualitas lulusan, kebutuhan akan dokter spesialis, maupun kemudahan akses masyarakat terhadap pendidikan kedokteran itu sendiri.

pemerintah akan menambah 30 fakultas kedokteran baru di Indonesia, serta meningkatkan jumlah mahasiswa di fakultas kedokteran yang sudah ada.-Disway/Anisha Aprilia -
Edy menekankan bahwa pendirian fakultas kedokteran bukanlah proses instan karena membutuhkan ekosistem yang kompleks, mulai dari ketersediaan dosen yang kompeten hingga rumah sakit pendidikan yang sesuai standar.
“Menambah program studi kedokteran umum harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita hanya mengejar jumlah, tetapi kualitas dokter dan layanan kesehatan justru terabaikan,” ujar Edy.

Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan 156 izin prodi spesialis kedokteran baru untuk tingkatkan jumlah dokter -Setpres-
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa biaya membangun ekosistem pendidikan kedokteran sangatlah mahal. “Ini bukan sekadar membuka prodi, tapi membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang kompleks dan mahal,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: