Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol, 39 Orang Tewas
INSPEKSI JALUR KERETA di lokasi kecelakaan, Senin, 19 Janruari 2026. Kecelakaan di tempat itu merenggut 39 nyawa.-Handout-Guardia Civil-AFP-
Spanyol dikenal memiliki jaringan kereta cepat terbesar di Eropa. Lebih dari 3.000 kilometer jalur khusus menghubungkan kota-kota utama seperti Madrid, Barcelona, Sevilla, Valencia, dan Malaga. Selama bertahun-tahun, jaringan itu dipuji karena keselamatan dan ketepatan waktunya. Tragedi di Adamuz menjadi pukulan keras bagi reputasi tersebut.
BACA JUGA:21 Orang Tewas dan 30 Terluka Parah Akibat Laka Kereta Api Cepat di Spanyol
BACA JUGA:Real Madrid Kandas di Piala Super Spanyol, Xabi Alonso Jelaskan Alasan Ganti Vinicius Jr
Di lokasi kejadian, pekerjaan penyelamatan berlangsung sepanjang malam. Petugas pemadam kebakaran harus berhadapan dengan gerbong-gerbong yang ringsek dan terpelintir.
“Masalahnya, gerbongnya berputar, jadi logamnya terpuntir bersama orang-orang di dalamnya,” kata Francisco Carmona, kepala pemadam kebakaran Cordoba, kepada RTVE. “Kami bahkan harus mengeluarkan satu jenazah untuk bisa menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang berat dan rumit,” tambahnya
Kesaksian para penumpang menggambarkan kepanikan yang terjadi dalam hitungan detik. Montse, penumpang kereta kedua, mengatakan kepada televisi nasional bahwa rangkaian tiba-tiba terguncang keras.
“Kereta berhenti total dan semuanya menjadi gelap,” ujarnya. Ia terlempar di gerbong belakang, melihat koper-koper jatuh menimpa penumpang lain. “Pramugari di belakang saya kepalanya terbentur dan berdarah. Ada anak-anak yang menangis.”

GERBONG KERETA CEPAT yang melintang inilah yang menyebabkan kecelakaan pada 18 Januari 2026.-Cristina Quicler-AFP-
Ia menambahkan, “Untungnya saya berada di gerbong terakhir. Rasanya seperti diberi kesempatan hidup kedua.”
Lucas Meriako, penumpang kereta Iryo yang selamat, menyebut peristiwa itu seperti adegan film horor. “Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh,” katanya kepada televisi La Sexta. “Banyak yang terluka akibat pecahan kaca,” ucap Meriako.
Duka menyelimuti Spanyol. Perdana Menteri Pedro Sanchez langsung mengunjungi lokasi kecelakaan pada Senin, 19 Januari 2026. “Malam ini adalah malam penuh duka yang mendalam bagi negara kita akibat kecelakaan kereta yang tragis di Adamuz,” tulisnya di X. “Tak ada kata-kata yang bisa meredakan penderitaan sebesar ini,” kata Sanzhez.
Istana kerajaan menyatakan Raja Felipe VI dan Ratu Letizia mengikuti perkembangan tragedi tersebut dengan keprihatinan besar. Mereka menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban dan doa untuk kesembuhan para korban luka.
Ucapan simpati juga datang dari luar negeri. Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen termasuk di antara para pemimpin dunia yang menyampaikan belasungkawa.
Sementara penyelidikan teknis dimulai, satu pertanyaan besar menggantung di atas rel lurus dekat Adamuz: bagaimana mungkin sebuah kereta cepat yang baru, di jalur yang telah direnovasi, bisa keluar jalur tanpa peringatan?
Jawaban atas pertanyaan itu akan menjadi kunci. Bukan hanya untuk keluarga korban, tetapi juga bagi sistem transportasi yang selama ini menjadi kebanggaan Spanyol… (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: