Cara Ramadan Membentuk Karakter Anak SD, Melatih Kesabaran dan Disiplin
cara ramadan membentuk karakter anak SD--freepik
Sebaliknya, anak perlu diberi ruang untuk berproses. Boleh berpuasa setengah hari, boleh bertahap, bahkan boleh gagal dan mencoba lagi.
BACA JUGA:Apakah Ramadan Benar-Benar Meninggalkan Kita?
BACA JUGA:Menggabungkan Niat Puasa Enam Hari Syawal dengan Qadha Puasa Ramadan: Bolehkah?
Pendekatan yang hangat dan realistis membuat anak memandang Ramadan sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
Ramadan Menjadi Sekolah Karakter Anak
Melalui berbagai pengalaman kecil yang dialami selama Ramadan, anak belajar nilai-nilai besar tentang kesabaran, empati, disiplin, dan tanggung jawab.
Semua itu dipelajari tanpa modul, tanpa rapor, dan tanpa peringkat. Ramadan menjadi sekolah karakter yang paling manusiawi bagi anak sekolah dasar.
Puasa pun tidak lagi sekadar menahan lapar. Melainkan perjalanan kecil menuju kedewasaan sikap dan hati.
BACA JUGA:Membayar Utang Puasa Ramadan di Bulan Syawal, Sempurnakan Ibadah dengan Keutamaan Ganda
BACA JUGA:Ramadan: Bebas dari Keserakahan
Jika pengalaman itu dibingkai dengan pendampingan yang tepat, nilai-nilai Ramadan akan melekat jauh lebih lama. Daripada sekadar ingatan tentang perut kosong. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: