Cara Ramadan Membentuk Karakter Anak SD, Melatih Kesabaran dan Disiplin

Cara Ramadan Membentuk Karakter Anak SD, Melatih Kesabaran dan Disiplin

cara ramadan membentuk karakter anak SD--freepik

Ramadan menghadirkan rutinitas baru dalam kehidupan anak. Mereka bangun sahur di pagi buta, menunggu waktu berbuka, hingga mengikuti salat tarawih meski tubuh terasa lelah.

Rutinitas selama Ramadan itu menjadi bagian dari keseharian mereka. Yang secara perlahan melatih kedisiplinan anak dalam mengatur waktu beraktivitas.

Menariknya, disiplin yang terbentuk selama Ramadan tidak lahir dari hukuman atau paksaan. Anak mengikuti karena melihat contoh di sekitarnya.

BACA JUGA:Rutinitas Harian yang Bisa Dilatih Sejak Sekarang untuk Persiapan Ramadan 2026

BACA JUGA:Puasa Ramadan 2026 Mulai Kapan? Ini Perkiraan Tanggal Awal Puasa dan Jadwal Lebaran

Keteladanan orang tua dan keluarga menajadi faktor utama. Anak belajar disiplin karena terbiasa. Bukan karena mereka takut.

Ramadan Mengajarkan Anak Mengelola Emosi

Puasa juga menjadi latihan emosional bagi anak. Kondisi lapar dan lelah membuat anak lebih muda sensitif dan rewel.

Di situlah peran pendampingan orang tua menajadi sangat penting. Ketika anak marah atau udah tersinggung, lalu diarahkan untuk bersabar, mereka sedang belajar mengenali dan mengendalikan emosinya.

Proses itu membantu pemahaman anak. Bahwa emosi adalah hal wajar. Tetapi perlu dikelola dengan cara yang tepat.

BACA JUGA:Muhammadiyah: Awal Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada 18 Februari 2026

BACA JUGA:Peluncuran Buku Ramadan Tak Terlupakan: Ketika Kisah Pribadi Menjadi Inspirasi

Pelajaran itu kerap tidak tercantum dalam kurikulum sekolah. Tetapi sangat menentukan perkembangan kepribadian anak di masa depan.


Mengelola emosi anak dengan tenang.--freepik

Cara Orang Tua Membangun Pengalaman Ramadan yang Positif

Orang tua memegang peran penting dalam membentuk pengalaman Ramadan anak. Kesalahan yang kerap terjadi adalah menjadikan puasa sebagai ajang cari target dan prestasi.

Anak dituntut berpuasa penuh. Tidak boleh mengeluh. Dan harus kuat seharian. Pendekatan semacam itu justru berisiko membuat Ramadan terasa berat dan menakutkan bagi mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: