Membayar Utang Puasa Ramadan di Bulan Syawal, Sempurnakan Ibadah dengan Keutamaan Ganda

Menunaikan hutang puasa dengan penuh khusyuk di bulan Syawal-Alena Darmel-Pexels
HARIAN DISWAY - Bulan Syawal menjadi momentum spesial setelah Ramadan. Bukan hanya karena suasana Lebaran yang masih terasa, tetapi juga karena adanya kesempatan untuk menyempurnakan ibadah.
Salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah membayar utang puasa Ramadan. Terutama bagi mereka yang berhalangan ketika menjalankan puasa secara penuh.
Lantas, bagaimana cara terbaik membayar utang puasa di bulan Syawal? Adakah keutamaan khusus jika dikombinasikan dengan puasa enam hari Syawal?
BACA JUGA:Niat Puasa Syawal dan Waktu Pelaksanaannya
Utang puasa Ramadan wajib ditunaikan bagi mereka yang meninggalkannya. Baik karena sakit, haid, nifas, bepergian, atau alasan lainnya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Dan barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)
Bagi yang menunda qadha puasa tanpa uzur atau berhalangan hingga masuk Ramadan berikutnya, bisa berdampak pada kewajiban membayar fidyah. Yaitu memberi makan orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.
BACA JUGA:Hukum Menerima dan Mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin saat Lebaran menurut Ustaz Adi Hidayat
waktu yang tepat untuk membayar fidyah-Mohamad Faizal Bin Ramli-Getty Images/iStockphoto
Orang yang wajib menerima fidyah adalah orang yang sakit parah dan tidak memiliki harapan sembuh, orang tua renta yang tidak mampu berpuasa, serta wanita hamil atau menyusui yang khawatir akan kondisi bayinya (menurut sebagian ulama).
Membayar utang puasa sebenarnya bisa dilakukan kapan saja sebelum Ramadan berikutnya. Namun, bulan Syawal menjadi waktu yang istimewa. Karena bersamaan dengan sunnah puasa enam hari Syawal. Ada dua cara utama yang sering dilakukan:
1. Memisahkan Puasa Qadha dan Puasa Syawal
Cara itu dilakukan dengan menyelesaikan terlebih dahulu utang puasa Ramadan. Baru kemudian menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal.
Itu sesuai dengan pendapat mayoritas ulama yang menekankan pentingnya membayar kewajiban sebelum mengerjakan amalan sunnah.
BACA JUGA:4 Pertanyaan Klasik yang Muncul saat Lebaran berikut Cara Menjawabnya
2. Menggabungkan Niat Qadha Puasa dengan Puasa Syawal
Sebagian ulama membolehkan niat qadha puasa sekaligus mendapatkan keutamaan puasa enam hari Syawal. Meskipun ada perbedaan pendapat, cara itu tetap dapat menjadi solusi bagi yang memiliki keterbatasan waktu.
menjalankan hutang puasa dengan niat demi menyempurnakan ibadah wajib-H9images-Freepik
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan, lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
BACA JUGA:8 Tradisi Rasulullah Saw dalam Menyambut dan Merayakan Idulfitri
Puasa Syawal memberikan pahala yang luar biasa. Itu dapat menyempurnakan pahala puasa Ramadan dengan perhitungan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber