Surabaya Raih Peringkat Tertinggi dalam Indeks Pembangunan Manusia
Siswa SMP Negeri 9 Surabaya mengikuti kegiatan membuat opini serentak pada 28 Oktober 2025. - Tirtha Nirwana Sidik - Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Satu catatan apik ditunjukkan Kota SURABAYA soal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,65 pada 2025. Angka itu naik 1,13 persen dibanding 2024.
Sejak 2022, Surabaya masuk kategori "sangat tinggi" dalam IPM. Dan kini, Kota Pahlawan memimpin Jawa Timur, mengungguli Malang, Bondowoso, bahkan kota-kota industri lainnya.
Tapi yang paling menarik adalah percepatan pertumbuhannya. Itu terjadi karena hasil dari investasi jangka panjang pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Bayi yang lahir di Surabaya hari ini punya harapan hidup 76,34 tahun. Menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Angka itu naik 0,32 tahun dalam setahun terakhir, mengalahkan Malang (75,9 tahun) dan Bondowoso (73,47 tahun).
Kenaikan tersebut tak datang tiba-tiba. Itu lahir dari kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) perluasan puskesmas keliling, program vaksinasi yang tak putus pasca-pandemi, dan intervensi gizi di tingkat keluarga. Terutama bagi ibu hamil dan balita.
BACA JUGA:25,4 Juta Wisatawan Berkunjung ke Surabaya Selama Setahun, KBS, Ampel, dan Kota Lama Jadi Primadona
BACA JUGA:Korban Penipuan Investasi Solar Minta Hakim PN Surabaya Jatuhkan Hukuman Setimpal
Di sektor pendidikan, Surabaya menunjukkan lompatan nyata. Rata-rata Lama Sekolah (RLS), yang mengukur realitas pendidikan masyarakat dewasa, naik menjadi 11,15 tahun pada 2025.
Artinya, rata-rata warga Surabaya kini menyelesaikan pendidikan hingga SMA/SMK, bahkan banyak juga yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Bersamaan dengan perayaan Bulan Bahasa, SMP Negeri 9 Surabaya mengumumkan peluncuran Smart Card. - Tirtha Nirwana Sidik - Harian Disway
Lonjakan tersebut jauh melampaui peningkatan Harapan Lama Sekolah (HLS), yang hanya naik 0,01 tahun. Hal tersebut menandakan bahwa ada keseriusan Pemkot Surabaya soal pengembangan pendidikan. Bisa disimpulkan bahwa anak-anak Surabaya benar-benar tamat sekolah.
Pemicunya? Akses pendidikan menengah atas yang merata, beasiswa daerah, dan infrastruktur digital yang tetap aktif meski di masa sulit. Dan komitmen itu tak berhenti di data saja.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi bagian kolaborasi pentahelix untuk mewujudkan visi Surabaya 2025-2029 menuju kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan.
"Rapat koordinasi bertujuan untuk meningkatkan peran perguruan tinggi dalam rangka menurunkan tingkat pengangguran terbuka dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2026," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: