Potensi Perbedaan Muhammadiyah dan Pemerintah Terkait Penetapan Awal Puasa Ramadan 2026
Potensi perbedaan awal puasa Ramadhan 2026 muncul karena perbedaan metode hisab Muhammadiyah dan rukyat pemerintah, dengan kemungkinan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.-Suaradotcom-pinterest
Umat Islam diharapkan tidak menjadikan perbedaan awal puasa sebagai sumber perpecahan. Tetapi sebagai bagian dari dinamika ijtihad dalam Islam.
Tokoh-tokoh agama juga menekankan pentingnya menghormati pilihan masing-masing. Baik yang mengikuti keputusan Muhammadiyah maupun pemerintah.
BACA JUGA:Peluncuran Buku Ramadan Tak Terlupakan: Ketika Kisah Pribadi Menjadi Inspirasi
BACA JUGA:Apakah Ramadan Benar-Benar Meninggalkan Kita?
Perbedaan sebagai Keniscayaan dalam Tradisi Islam
Para pengamat falak menilai bahwa perbedaan awal Ramadan merupakan keniscayaan dalam tradisi keilmuan Islam. Selama keputusan diambil berdasarkan metode yang sah.
Pun, dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan syar’i. Maka, dalam konteks tersebut, perbedaan-perbedaan itu tetap berada dalam koridor yang dibenarkan.
Meski begitu, esensi Ramadan tetap sama. Yakni meningkatkan ketakwaan, memperkuat solidaritas sosial, dan menjaga ukuwah Islamiyah di tengah keberagaman umat.(*)
*)Mahasiswa magang dari Prodi Aqqidah dan Filsafat Islam, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: