Solo Project Imelda Bie Tularkan Kegemaran Membaca lewat bibabuku: Pokoknya Baca Saja Dulu
FREE READING bibabuku di sela peluncuran buku Fantasia membuat Shenawangtri dan Jiphie Gilia asyik membaca sambil duduk di lantai pada Minggu, 18 Januari 2026.--Dokumentasi Panitia Peluncuran Buku Fantasia
Membaca buku selalu membuat Imelda Bie bahagia. Tak mau sendirian merasakan kebahagiaan itu, dia pun menginisiasi bibabuku alias Bi(ar)-Ba(ca)-Buku, tempat peminjaman buku-buku secara online.
LAPAK itu kecil saja. Letaknya di salah satu sudut Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Balai Pemuda. Ada meja kecil dengan kain hitam “bibabuku” dan papan tulis kecil dengan goresan kapur bertulisan Free Reading. Di sebelahnya, alas yang tak terlalu lebar terhampar.
Di atas meja dan alas itu berjejer buku-buku beraneka genre. Sebagian besar di antaranya adalah buku fiksi. “Saya paham harga buku sekarang mahal. Orang lebih memilih beli makan daripada beli buku,” kata Bie memulai percakapan dengan Harian Disway di sela peluncuran buku cerita anak Fantasia pada Minggu, 18 Januari 2026.
“Karena itulah bibabuku hadir, meminjamkan buku. Biar orang-orang senang baca saja dulu. Itu sudah bikin saya senang,” lanjut perempuan ramah itu.
BACA JUGA:Peluncuran Buku Fantasia Ajak Anak Berimajinasi Lewat 41 Cerita dan Kurangi Main Gawai
BACA JUGA:Diskusi Buku Reset Indonesia Kupas Isu Ketimpangan Sosial sampai Kerusakan Alam

IMELDA BIE (kanan) menerima sertifikat penghargaan dari Wina Bojonegoro dalam peluncuran buku cerita anak Fantasia di Galeri DKS, Balai Pemuda.--Dokumentasi Panitia Peluncuran Buku Fantasia
Bie serius dengan tujuannya untuk menumbuhkan kesukaan membaca. Maka, semua buku yang dia pinjamkan bersampul rapi. Dengan demikian, mereka yang meminjam buku pun akan otomatis berusaha menjaga supaya kondisinya tetap bagus dan rapi.
Sembari menjaga lapaknya, Bie pun asyik membaca. Dia membuka lembar demi lembar buku sambil sesekali tersenyum karena larut dalam cerita yang dibacanya.
Bie mengaku tak bisa menolak pesona cerita dalam buku. Dia pernah membaca Blood Over Bright Heavens yang setebal 448 halaman dan berbahasa Inggris, hanya dalam waktu dua hari.
Dorongan seperti itu selalu muncul saat Bie menemukan buku yang bagus. Hasrat untuk segera menuntaskan cerita, membuatnya betah melahap lembaran-lembaran buku.
BACA JUGA:30 Penulis Kenang Sosok Pahlawan Literasi dalam Buku A Tribute to Oei Hiem Hwie
BACA JUGA:Mengenang 100 Hari Wafatnya Oei Hiem Hwie, Ikohi Luncurkan Buku Marga Oei yang Murtad
Membuka lapak bibabuku, menurut Bie, tidak pernah merepotkan. Meski harus mengusung buku-buku dari rumahnya ke lokasi yang dia tuju, dirinya sangat menikmati. Apalagi, sembari menunggui lapak, dia bisa membaca juga.
Bie memang tidak bisa hanya menunggu calon pembaca menyelinap ke DM Instagram bibabuku. Dia rajin mendatangi banyak acara yang berkaitan dengan literasi, untuk menjemput bola. Dia menjajakan lapaknya ke tempat para penyuka buku berada. Termasuk, ke lokasi peluncuran buku cerita anak Fantasia itu.
“Saya bertemu bibabuku di acaranya Dandhy Laksono saat bedah buku #Reset Indonesia akhir tahun lalu. Sekarang bertemu lagi di sini,” kata Fifin Maidarina.
Dia terkesan dengan cara Bie menularkan kesukaannya kepada buku. Hadir di banyak acara, menggelar buku-buku menarik, tanpa memaksa.

TUMPUKAN BUKU di lapak bibabuku menarik perhatian balita bernama Al pada Minggu, 18 Januari 2026. --Dokumentasi Panitia Peluncuran Buku Fantasia
BACA JUGA:Titimangsa Rilis Buku Antologi Naskah Monolog Di Tepi Sejarah, Hadirkan Happy Salma dan Ahda Imran
BACA JUGA:Bedah Buku Pater Fritz Meko: Kembara Pikiran, Catatan Harian Seorang Imam Katolik
“Saya jadi ingat masa kecil saya dulu saat menyewa buku-buku Asterix. Hehe…,” imbuh Fifin.
Di rumahnya, Bie punya banyak buku. Gagasan untuk menyewakan buku-bukunya itu muncul ketika pindah rumah. “Buku-buku saya zaman dulu saat sekolah dan kuliah menumpuk,” katanya.
Bie kemudian iseng mengunggah foto koleksi buku lamanya di Instagram pribadi. Tak disangka, respons dari teman-temannya sangat bagus. Banyak yang tertarik untuk meminjam. Dari situlah bibabuku lahir. Bie menyediakan wadah bagi orang-orang yang senang baca buku tanpa harus terbebani dengan membelinya.
Bie mengelola bibabuku secara mandiri (solo project) di sela-sela kesibukannya sebagai karyawan swasta. Calon peminjam dapat melihat koleksi lengkap buku-bukunya melalui tautan Google Sheets yang tersedia di profil Instagram bibabuku. Saat ini, koleksinya sekitar 800 hingga 1.000 judul buku.
BACA JUGA:Genap 17 Tahun, Elena Hendropurnomo Luncurkan Buku Kumpulan Puisi Citrus Society

LAPAK BIBABUKU di sudut kanan Galeri DKS, Balai Pemuda Surabaya, dalam peluncuran buku cerita anak Fantasia.--Dokumentasi Panitia Peluncuran Buku Fantasia
Peminjam tidak perlu memberikan jaminan KTP atau KK. Mereka cukup mengisi nama, alamat, dan nomor WhatsApp. Tarif sewa buku berkisar antara Rp7 ribu hingga Rp28 ribu, tergantung durasi peminjaman. Ada yang 7, 10, dan 15 hari.
“Meskipun dalam terms and conditions tertulis denda, sampai sekarang saya tidak pernah menerapkannya kepada siapa pun. Bagi saya, yang penting bukunya selesai dibaca. Jika lewat dari batas waktu peminjaman pun tidak apa-apa, asal setelah selesai dibaca segera dikembalikan ke saya,” terang Bie.
Buku-buku Bie menjumpai peminjamnya secara manual (bertemu langsung) maupun melalui Shopee dan platform online lainnya. Semakin banyak yang pinjam bukunya, Bie semakin senang.
“Saya berharap komunitas literasi di Surabaya semakin tumbuh dan solid. Selama ini, kiblat literasi di Pulau Jawa berpusat di kota lain. Namun, beberapa bulan terakhir, semangat literasi di Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: