Reset Indonesia
ILUSTRASI Reset Indonesia.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
BACA JUGA:Reset Indonesia, Kuliner Nusantara Mendunia
Buku tersebut lahir dari tiga ekspedisi, yakni Zamrud Khatulistiwa (2009/2010), Indonesia Biru (2015/2016), dan Indonesia Baru (2022/2023).
Ekspedisi itu menjelajah daerah-daerah terpencil di Indonesia dengan menggunakan sepeda motor bekas serta melayari pulau-pulau terpencil dengan perahu dan kapal kecil.
Hasil ekspedisi dijadikan film dokumenter dalam tiga seri dan ditayangkan di kanal YouTube. Reaksi penonton biasa saja, tidak tembus satu juta viewer, hanya sekitar 200k.
BACA JUGA:Reset Indonesia, Saatnya Pariwasata Bangkit Lebih Kuat
Bandingkan dengan lagu Jaran Goyang dari penyanyi dangdut Nella Kharisma yang ditonton 272 juta viewer dan lagu Sayang dari Via Vallen yang ditonton 200 juta orang.
Dari situ, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan aparat. Ekspedisi dan buku Reset Indonesia hanya ditonton secara terbatas dan eksklusif.
Namun, rezim yang resah merasa ketakutan sendiri dan akhirnya bertindak kalap dengan melarang acara diskusi buku yang hanya dihadiri puluhan anak muda.
Reset Indonesia menjadi hantu yang menakutkan karena ada Dhandy Laksono. Dokumenter besutannya yang berjudul Dirty Vote tembus 20 juta viewer saat ditayangkan tiga hari menjelang pencoblosan Pilpres 2024.
Dokumenter itu dibintangi tiga aktivis ahli hukum dan ahli tata negara. Zainal Arifin ”Uceng” Mochtar yang sekarang menjadi profesor hukum tata negara di UGM, Bivitri Susanti, dan Ferry ”I’m Sorry” Amsyari.
Dirty Vote mengungkap skenario curang yang didesain secara terstruktur, sistematis, dan masif. Data dan fakta disajikan dengan jelas dan akurat disertai bukti-bukti yang nyata.
Kendati ditonton 20 juta orang, Dirty Vote tidak memengaruhi hasil pilpres. Skenario pemenangan berjalan sesuai rencana. Pasangan Prabowo-Gibran menang meyakinkan dengan meraup 56 persen suara.
Reset Indonesia bukan Dirty Vote sehingga tidak perlu ditakuti. Apa yang diungkap dalam Reset Indonesia sebenarnya adalah data-data yang sudah banyak tersebar di berbagai media. Bedanya, Reset Indonesia menggabungkan teori dengan data dan fakta lapangan hasil ekspedisi.
Tema besar yang diangkat adalah konflik agraria dan sumber daya alam, isu lingkungan dan perubahan iklim, isu politik, demokrasi, dan korupsi. Isu keadilan sosial dan ekonomi sehari-hari.
Isu utama membongkar paradoks pembangunan. Indonesia kaya sumber daya, tetapi miskin arah. Mitos ”Indonesia Emas” yang rapuh, jebakan utang luar negeri, dan de-industrialisasi membuat Indonesia terus menggali lubang sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: