Jaring Atlet Muda Potensial, PBSI Adakan Seleknas 3-7 Februari

Jaring Atlet Muda Potensial, PBSI Adakan Seleknas 3-7 Februari

Kleopas Binar Putra Prakoso/Rachel Agnesia Sabatini mengikuti Kejurnas PBSi 2023 untuk memperebutkan tiket seleknas-PBSI-

HARIAN DISWAY – Seleksi Nasional (seleknas) kembali digelar tahun ini. PBSI akan melakukan seleksi calon atlet pelatnas tersebut pada 3-7 Februari 2026.

Langkah ini ditempuh untuk mencari atlet muda berbakat yang akan digembleng di Pelatnas PBSI Cipayung.

Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menuturkan bahwa seleknas ini merupakan bagian integral sistem pembinaan prestasi nasional yang berjenjang dan berkelanjutan.

“Melalui seleknas ini, PBSI memastikan proses penjaringan atlet muda dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi. Ini sebagai langkah awal menuju pembinaan di pelatnas PBSI,” kata Eng Hian pada Kamis, 29 Januari 2026 itu.

BACA JUGA:Berlaga di Final Super 500 Pertama, Alwi Farhan Juara Indonesia Masters 2026

BACA JUGA:Raymond/Nikolaus Kalah di Final, Malaysia Juara Umum Indonesia Masters 2026

Seleknas PBSI 2026 tersebut berlangsung selama lima hari di Majeh Arena Wadas, Karawang. Ada empat lapangan pertandingan yang disediakan untuk menjaring atlet-atlet kategori taruna (U19).

Peserta Seleknas PBSI 2026 meliputi atlet ganda dan tunggal yang memenuhi ketentuan. Yakni mereka yang memenangkan Kejuaraan Nasional PBSI Perorangan Taruna Divisi I 2025, dengan pengecualian atlet yang direkrut masuk pelatnas.

Ada tiga atlet muda yang langsung direkrut tanpa masuk seleknas. Mereka adalah Mayla Cahya Afilian Pratiwi (PB Mutiara Cardinal Bandung) dan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka (PB Djarum Kudus).

Ketiga pemain tersebut direkrut berdasarkan prestasi yang konsisten sepanjang 2025 dan hasil pemantauan Tim Pemandu Bakat PP PBSI. PBSI menilai mereka memenuhi kriteria pembinaan pelatnas.

Ketentuan lainnya yaitu peserta merupakan atlet kelahiran 2007 dan sesudahnya yang berada pada peringkat 15 nasional Taruna (U19) terbaik di setiap sektor. Perhitungan ranking digunakan per 24 Desember 2025 atau setelah kejurnas.

“Kriteria seleksi mengacu pada hasil kejurnas, peringkat nasional, serta pemantauan Tim Pemandu Bakat yang dirancang untuk memastikan atlet terpilih tidak hanya berprestasi saat ini. Tapi juga potensi pengembangan jangka panjang sesuai dengan arah pembinaan,” lanjut Eng Hian.

BACA JUGA:Dari Pagi Hingga Petang, Semangat Penggemar Dukung Pemain Kesayangan di Istora Senayan

BACA JUGA:Alwi Farhan Hadapi Wakil Thailand di Final Indonesia Masters 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: