Home Cooked Cat Food, Solusi Hemat Akhir Bulan buat Cat Pawrents

Home Cooked Cat Food, Solusi Hemat Akhir Bulan buat Cat Pawrents

Makanan rumahan untuk kucing yang sehat dan hemat cocok untuk akhir bulan-cottonbro-Pexels

HARIAN DISWAY - Januari sudah sampai ujung. Sisa gaji sudah semakin tak terlihat, padahal kebutuhan masih berjalan. Artinya, para cat pawrents harus kreatif. Terutama, dalam menyediakan makanan bagi para anabul.

Harga pakan kucing kemasan yang tidak murah, membuat para cat pawrents berkreasi bikin makanan kucing sendiri. Home cooked cat food lebih hemat dan proses pembuatannya relatif mudah. 

Selain pertimbangan biaya, pakan kucing buatan sendiri juga lebih higienis. Proses pembuatannya terkontrol, kebersihan juga lebih terjamin. 

Sebelum membuat makanan kucing sendiri, usahakan konsultasi ke dokter hewan terlebih dahulu. Sebab, setiap kucing punya kebiasaan dan kekurangan masing-masing.

 

BACA JUGA:5 Hal Penting yang Perlu Anda Pertimbangkan sebelum Merawat Kucing di Rumah

BACA JUGA:Update Harga Makanan Kucing Grain Free Termurah 2026!

Berikut adalah resep makanan kucing rumahan alias home cooked cat food yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan selera anabul kesayangan Anda.

1.  Ikan Tuna


IKAN TUNA bisa diolah menjadi pakan yang sehat dan lezat untuk kucing. -Rachel Claire-pexels

Selain dikonsumsi sebagai menu utama, ikan tuna juga dapat diolah menjadi camilan sehat untuk kucing. Salah satu olahan sederhana yang bisa dicoba adalah biskuit tuna rumahan.

Mengutip laman hallosehat.com berikut cara pembuatannya di rumah:

1.   Pertama, panaskan oven hingga suhu 180°C, atau 160°C jika menggunakan oven dengan kipas.

2.   Sambil menunggu oven siap, siapkan loyang yang telah dialasi kertas roti agar adonan tidak lengket.

BACA JUGA:Kucing Tak Nyaman karena Ringworm, Bahan-Bahan Alami ini Ampuh untuk Melenyapkan

BACA JUGA:5 Fakta Seru tentang Kucing yang Jarang Diketahui

3.   Selanjutnya, haluskan satu kaleng ikan tuna segar dengan berat sekitar 185 gram.

4.   Tuna yang telah dihaluskan kemudian dicampur dengan satu butir telur dan sekitar 250 gram tepung terigu bebas gluten.

5.   Aduk hingga adonan merata. Apabila teksturnya terasa terlalu kering, Anda bisa menambahkan sedikit air hingga adonan lebih mudah dibentuk.

6.   Setelah itu, pipihkan adonan di atas permukaan yang telah ditaburi sedikit tepung hingga ketebalannya sekitar 0,5–1 cm.

BACA JUGA:Kucing Stres Gara-Gara Hujan Terus? Kenalkan pada Catnip dan Silvervine!

BACA JUGA:Update Harga Makanan Kucing Grain Free Termurah 2026!

7.   Letakkan adonan di atas loyang, lalu potong-potong sesuai ukuran atau bentuk yang diinginkan.

8.   Terakhir, panggang adonan dalam oven selama kurang lebih 20 menit hingga biskuit matang dan mengeras.

2.  Daging Ayam


DAGING AYAM termasuk bahan makanan yang aman dikonsumsi kucing. -filirovska-pexels

Selain ikan, daging ayam juga termasuk bahan makanan yang aman dikonsumsi kucing, asalkan diolah dengan cara yang tepat. Daging ayam bisa menjadi sumber protein yang baik untuk menunjang kesehatan kucing.

Namun, daging ayam harus dimasak hingga benar-benar matang dan dipisahkan dari tulangnya. Tulang ayam yang sudah dimasak justru lebih berbahaya dibandingkan tulang mentah.

BACA JUGA:Musim Hujan, Kucing Peliharaan Rentan Terserang Flu, Cat Pawrents Wajib Kenali Cara Mengatasi Flu dan Batuk

BACA JUGA:Apakah Memelihara Kucing Bisa Mengurangi Rasa Stres? Ini Fakta Ilmiahnya

Berikut cara memasak daging ayam dengan tepat:

1.   Untuk mengolah daging ayam sebagai makanan kucing, rebus daging ayam yang telah dipisahkan dari tulangnya. Anda masih boleh menggunakan sedikit bagian kulit ayam, selama tidak berlebihan.

2.   Setelah matang, haluskan daging ayam menggunakan blender hingga teksturnya lembut. Bila diperlukan, Anda dapat menambahkan suplemen khusus kucing, tetapi tidak disarankan menambahkan garam atau bumbu apa pun.

3.   Makanan yang telah dihaluskan dapat langsung diberikan sesuai dengan porsi makan kucing.

4.   Jika masih tersisa, simpan dalam wadah tertutup dan letakkan di dalam kulkas agar tetap higienis dan tahan lebih lama.

BACA JUGA:Kegemaran Memelihara Anjing atau Kucing Bisa Mengungkap Sisi Psikologis Pemeliharanya

BACA JUGA:Kucing dengan Virus FIV: Mitos dan Fakta di Balik Stigma

Bagi kucing yang mengalami obesitas atau memiliki berat badan berlebih, sebaiknya bagian kulit ayam disingkirkan karena kandungan lemaknya cukup tinggi.

3.  Tahu dan Tempe


TAHU DAN TEMPE juga aman untuk kucing, asalkan diolah dengan benar. -cottonbro-pexels

Selain bahan hewani, beberapa makanan yang biasa dikonsumsi manusia. Seperti tahu dan tempe juga tergolong aman untuk kucing, asalkan diolah dengan benar.

Tempe dan tahu tidak boleh dimasak dengan tambahan garam, bawang putih, maupun bumbu dapur lainnya karena dapat membahayakan kesehatan kucing.

Untuk penyajiannya, cukup rebus tahu atau tempe hingga benar-benar matang, lalu sajikan tanpa tambahan apa pun. Meskipun rasanya cenderung hambar bagi manusia, banyak kucing yang tetap tertarik mengonsumsinya.

BACA JUGA:Cerita di Balik Pemilihan Tokoh Kucing Nami dan Mango dalam Buku Fantasia, Ada Campur Tangan Cat Lovers

BACA JUGA:Ajarkan Mitigasi Bencana kepada Anak-Anak lewat Permainan Kartu, Ada Kucing di Lho Awas! dan HIRO

Tahu dan tempe juga bisa dijadikan camilan alternatif, terutama bagi kucing yang mengalami obesitas atau perlu membatasi asupan makanan berlemak.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa tahu dan tempe tidak dapat dijadikan sebagai makanan utama anabul. Kandungan nutrisinya belum mencukupi kebutuhan gizi kucing, jika diberikan sebagai satu-satunya menu.

4.  Buah dan Sayur


SAYUAN juga dapat menjadi tambahan nutrisi jika digunakan untuk kucing yang sedang hamil atau menyusui.-towfiqu-pexels

Kucing termasuk hewan obligate carnivore, yaitu jenis hewan yang secara alami membutuhkan asupan daging dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Karena karakteristik tersebut, sayur dan buah tidak bisa dijadikan sebagai makanan utama bagi anabul. Bahkan, beberapa jenis sayuran dan buah tertentu berpotensi menimbulkan keracunan jika dikonsumsi kucing.

BACA JUGA:Sinopsis Film The Legend of Hei II: Si Kucing Kecil Kembali Berjuang Menjaga Dunia Roh

BACA JUGA:Sinopsis Caught Stealing: Gara-Gara Kucing, Austin Butler Jadi Buronan Gangster

Meski demikian, bukan berarti kucing sama sekali tidak boleh mengonsumsi sayur atau buah. Dalam jumlah terbatas, brokoli, wortel, apel, pisang, dan bayam tergolong aman sebagai pelengkap makanan.

Sayuran juga dapat menjadi tambahan nutrisi jika Anda menyiapkan makanan rumahan untuk kucing yang sedang hamil atau menyusui.

Salah satu contohnya adalah brokoli, yang mengandung asam folat dan berperan dalam mendukung perkembangan janin selama masa kehamilan.

Namun, tetap perlu diingat bahwa pemberian sayur dan buah hanya bersifat pelengkap, bukan pengganti sumber protein hewani yang menjadi kebutuhan utama kucing. (*)

BACA JUGA:5 Fakta Menarik Film My Daughter Is a Zombie, Ada si Kucing Orange Aeyong-i!

BACA JUGA:Adaptasi Anime Night of the Living Cat Telah Diumumkan, Hadirkan Misteri Wabah Kucing

*) Mahasiswa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: hallosehat