DBD Menjadi Momok di Musim Hujan 2026, Cek Gejala Awal yang Sering Terabaikan

 DBD Menjadi Momok di Musim Hujan 2026, Cek Gejala Awal yang Sering Terabaikan

NYAMUK Aedes aegypti menjadi inang virus DBD, musuh tak kasat mata di musim hujan. Demam berdarah (DBD) kembali mengancam. Jangan abaikan demam mendadak. --Canva

HARIAN DISWAY - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kini melonjak tajam seiring naiknya intensitas hujan pada awal tahun. Genangan air yang muncul di berbagai sudut pemukiman menjadi sarana utama nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.

Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya, keterlambatan dalam menangani gejala awal sering kali berujung pada kondisi medis yang fatal. 

Pemerintah daerah melalui dinas-dinas kesehatan mulai memperketat pengawasan di titik-titik rawan genangan. Langkah preventif harus dilakukan segera sebelum DBD menjadi wabah dan menuliskan angka-angka kematian

Apa saja gejala awal DBD? Berikut yang perlu diwaspadai dan diamati jika tubuh terifeksi virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

BACA JUGA:Medical Health Talk RSPAL dr. Ramelan: Musim Hujan Rawan DBD, Pastikan Tubuh Terhidrasi

BACA JUGA: Musim Hujan Rawan Penyakit DBD, Diare, hingga Ispa, Dinkes Surabaya Gencarkan Penyuluhan Lewat Medsos

Demam Tinggi yang Mendadak


DEMAM mengiringi reaksi tubuh saat melawan bakteri atau virus. Awasi gejalanya, jangan sampai demam melonjak tinggi tanpa pengawasan. --Canva

Tanda awal DBD biasanya adalah demam tinggi tanpa didahului gejala lain jelas, seperti batuk atau pilek. Suhu tubuh bisa mencapai 39 hingga 40 derajat celcius dalam waktu singkat. 

Jika suhu sulit turun meski sudah mengonsumsi penurun demam, Anda perlu curiga. Apalagi, jika demam tak kunjung reda sampai hari berganti. Segera periksakan ke dokter.

Munculnya Bintik Merah yang Kulit

Salah satu ciri khas yang sering terabaikan adalah munculnya ruam atau bintik merah di tubuh. Bintik merah ini tidak akan pudar atau hilang saat Anda mencoba menekan kulit tersebut.

Gejala ini menandakan terjadinya pendarahan kecil di bawah permukaan kulit akibat penurunan trombosit. Jika Anda mengalami gejala ini segera lakukan cek darah di laboratorium terdekat.

BACA JUGA:Waspada! Tren Kasus DBD di Jatim Meningkat, Kadinekes: Fogging Bukan Solusi

BACA JUGA:Cegah Wabah Chikungunya dan DBD, Pemkot Surabaya Minta Warga Aktifkan PSN 3M Plus

Nyeri Sendi dan Otot yang Hebat

Banyak pasien yang mengeluhkan rasa nyeri yang luar biasa pada bagian tulang dan persendian. Sensasi ini digambarkan seperti tulang yang patah secara perlahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: