Pemerintah Bersikap Keras Berantas Saham Gorengan Usai IHSG Anjlok Dua Hari
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau para investor untuk tetap tenang meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok.--Anisha Aprilia
BACA JUGA:Ketika Emas Meroket dan Bursa Saham Morat-Marit: Geopolitik Mengalahkan Ekonomi
BACA JUGA:Saham Merah, Pimpinan BEI dan OJK Mundur: OJK Ambil Alih, Pastikan Bursa Tak Terganggu
Kebijakan tersebut dianggap sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianti dalam memperkuat fondasi pasar modal nasional.
"Dengan pasar modal demutualisasi bursa dengan kenaikan free float ke publik bursa menjadi transparan," ucap Airlangga.
Kejelasan afiliasi, pemilik akhir saham dan sikap tegas dari pemerintah dapat memulihkan kepercayaan pasar. Sehingga aliran modal asing dapat kembali masuk dan memberikan kontribusi yang nyata.
sBACA JUGA:Saham BBRI 22 Tahun Melantai di BEI, Kini Naik hingga 48 Kali Lipat
BACA JUGA:Saham EMAS Melonjak 25 Persen ARA pada Hari Pertama di BEI
Di tengah tekanan pasar, pemerintah memastikan kondisi fundamental perekonomian tetap kokoh. Airlangga menilai laju pertumbuhan ekonomi masih terjaga, inflasi terkendali, cadangan devisa berada pada level aman, serta posisi fiskal dan rasio utang tetap stabil.
Ia juga menambahkan bahwa sektor keuangan nasional menunjukkan kinerja yang sehat. Pemerintah pun mempercepat pembenah struktur pasar modal seperti rencana peningkatan porsi saham yang dilepas ke publik.
"Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan nasional dan berkomitmen menjaga iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia," ucap Airlangga.
BACA JUGA:Debut Saham EMAS di BEI, Raup Transaksi Rp7 Triliun
BACA JUGA:Said Abdullah Apresiasi Mundurnya Petinggi OJK dan BEI, Dorong Reformasi Kebijakan Free Float
Pernyataan tersebut diucapkan Airlangga di hadapan jajaran investor pemangku kepentingan pasar keuangan, termasuk perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal, direksi pelaku industri, serta otoritas pasar modal. (*)
*) Najwa Nabilla Rachmah, Peserta Magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: disway.id